Turnamen tersebut diikuti oleh 12 tim yang terdiri dari 8 tim kategori senior dan 4 tim kategori junior. Kategori senior diperuntukkan bagi peserta usia 18 tahun ke atas, sementara kategori junior untuk pemain usia 14 hingga sebelum 18 tahun.
Ajang ini menjadi salah satu langkah awal memperkenalkan domino ala Orado sebagai olahraga rekreasi yang berbasis strategi dan kemampuan berpikir kritis.
Ketua Pengurus Cabang Orado Buleleng, Dewa Gede Kresna Mahaputra yang akrab disapa Dede mengatakan bahwa perkembangan permainan domino Orado saat ini mulai meluas di berbagai komunitas masyarakat.
“Permainan domino ala Orado di Kabupaten Buleleng sudah mulai berkembang melalui berbagai basis komunitas, banjar hingga sekolah. Permainan ini disambut baik oleh semua kalangan karena sebagian besar masyarakat sudah mengenal permainan domino sebelumnya,” ujarnya.
Menurutnya, Orado memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi cabang olahraga rekreasi baru seperti halnya catur yang mengedepankan strategi dan kecerdasan berpikir.
Ia menambahkan, tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mencari bibit-bibit atlet potensial baik di kategori junior maupun senior di Kabupaten Buleleng.
“Target kami jelas, memperkenalkan serta membiasakan permainan domino ala Orado sebagai cabang olahraga rekreasi baru sekaligus mengubah citra negatif permainan domino menjadi aktivitas yang lebih positif dan edukatif,” kata Dede.
Selain itu, pihaknya juga berharap olahraga ini ke depan dapat berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia sehingga dapat dipertandingkan dalam berbagai kompetisi resmi seperti kejuaraan provinsi hingga ajang olahraga daerah.
Lebih jauh, Dede optimistis olahraga ini mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat Bali karena sistem permainannya menuntut strategi, konsentrasi, dan kemampuan analisis dalam menentukan setiap langkah.
Sementara itu, Ketua Orado Provinsi Bali, Dewa Mahayadnya yang akrab disapa Dewa Jack turut memberikan dukungan terhadap perkembangan olahraga ini di Bali.
Dalam sambutannya, ia menilai olahraga domino ala Orado memiliki potensi besar untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kami berharap Orado dapat berkembang pesat di Bali karena permainan ini mampu mencerdaskan masyarakat melalui strategi dan kemampuan berpikir kritis. Harapannya, ke depan akan lahir atlet dari Kabupaten Buleleng yang bisa tampil di ajang Porprov hingga level yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Dewa Jack menambahkan jika dikembangkan secara konsisten, Orado tidak hanya menjadi olahraga rekreasi tetapi juga dapat menarik minat wisatawan yang datang ke Bali.
“Kami juga ingin memotivasi semua lapisan masyarakat untuk mulai mengenal Orado sebagai olahraga rekreasi sekaligus potensi wisata,” ujarnya.
Dengan semakin banyaknya komunitas dan pemain muda yang terlibat, domino Orado diprediksi memiliki peluang besar menjadi olahraga rekreasi baru yang berkembang pesat di Bali.*
Editor : I Putu Mardika