Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Layanan WiFi Gratis BSI di Bangli Terhenti, Pemprov Bali Tak Lagi Anggarkan Dana

I Made Mertawan • Kamis, 2 Januari 2025 | 15:23 WIB
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosan) Bangli I Wayan Dirga Yusa.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosan) Bangli I Wayan Dirga Yusa.

BALIEXPRESS.ID- Layanan WiFi gratis Bali Smart Island (BSI) di Kabupaten Bangli tidak dapat diakses mulai 1 Januari 2025.

Hal ini disebabkan oleh keputusan Pemprov Bali yang tidak menganggarkan biaya untuk layanan tersebut tahun ini.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Bangli I Wayan Dirga Yusa, membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi pada Rabu (1/1/2025).

Dirga menjelaskan bahwa WiFi BSI merupakan program Pemprov Bali yang telah berjalan sejak kepemimpinan Gubernur Wayan Koster.

Di Kabupaten Bangli, terdapat 265 titik pemasangan WiFi. Itu tersebar di berbagai lokasi, di antaranya desa adat, fasilitas umum, fasilitas kesehatan seperti puskesmas, serta objek wisata.

Selama ini, biaya WiFi tersebut sepenuhnya ditanggung oleh Pemprov Bali melalui mekanisme Bantuan Keuangan Khusus (BKK).

Setiap tahunnya, anggaran untuk WiFi di Bangli mencapai Rp1,2 miliar. 

“Kami di daerah menerima program itu dan membantu membayarkan setiap bulan,” terang Dirga.

Namun, pada tahun 2025, Pemprov Bali memutuskan untuk tidak lagi menyalurkan BKK untuk program WiFi.

Sementara itu, Pemkab Bangli selama ini tidak mengalokasikan dana dari APBD Kabupaten untuk mendukung program tersebut.

Akibatnya, ketika menerima surat dari Pemprov Bali yang menyatakan penghentian penyaluran BKK untuk WiFi, pemerintah daerah tidak dapat berbuat banyak.

Terlebih lagi, surat tersebut diterima setelah APBD 2025 selesai dibahas.

“Kami tidak menyiapkan anggaran untuk itu,” tegas Dirga.

Jika Pemkab Bangli ingin melanjutkan program WiFi gratis tersebut, langkah awal yang harus dilakukan adalah menyusun perencanaan.

Pemerintah juga perlu mempertimbangkan ketersediaan anggaran. “Mungkin nanti kami akan siapkan anggaran di Perubahan APBD 2025,” tambahnya. 

Ia juga menilai bahwa program WiFi gratis ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama di era digital yang serba mengandalkan teknologi. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #bangli #wifi gratis