Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kini di Tengah Kota Denpasar Ada Wisata Petik Anggur Impor

I Putu Suyatra • Senin, 17 Oktober 2022 | 02:03 WIB
PETIK ANGGUR: Wisata petik anggur di tengah Kota Denpasar. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)
PETIK ANGGUR: Wisata petik anggur di tengah Kota Denpasar. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)
DENPASAR, BALI EXPRESS - Masyarakat Denpasar kini bisa berwisata memetik anggur di tengah kota, berlokasi di Jalan Hangtuah, Gang Cempaka Putih II Nomor 9 Kesiman, Denpasar. Tempat wisata tersebut bernama Bali Mesari Farm yang digagas oleh I Made Suyasa bersama dua rekannya.

Suyasa menyebutkan, ada sepuluh jenis anggur impor yang ditanam di sini, mulai dari jenis ninel, dikson, transfigurasi, jupiter, hingga hilaria. “Wisata petik anggur ini mulai digagas sejak setahun lalu. Saat ini belum ada tiket masuk ke sini. Pengunjung bisa masuk lalu mencicipi. Kalau tertarik mereka akan beli,” katanya, Minggu (16/10).

Kunjungan ke kebun anggur miliknya ini pun cukup ramai, namun pihaknya mengaku kewalahan buah anggur apalagi saat musim hujan ini. “Kemarin hujannya lebat, seharusnya sekarang ini sudah matang, tapi karena kebanyakan air buahnya jadi pecah-pecah dan busuk,” jelasnya.

Menurutnya, pengunjung yang datang ke sini dari berbagai wilayah. Termasuk dari Jakarta dan beberapa waktu lalu ada juga yang dari Malaysia.

Untuk harga anggur segar petik di tempat ini, mulai dari Rp 80 ribu untuk jenis transfigurasi. “Ada juga yang dibawah Rp 80 ribu, ada juga di atasnya. Tergantung jenis anggurnya,” katanya.

Ia menuturkan, awalnya lahan yang digunakan untuk menanam anggur merupakan sawah yang tidak produktif. “Dulu tanah sawah yang kurang produktif karena terkendala ketersediaan air. Kadang tidak ada air, kadang sampai banjir. Pernah dulu sudah ada bibit padi mau ditanam, airnya tak ada hampir semingguan sehingga petaninya kecewa. Kemudian saya coba tanami dengan anggur,” bebernya.

Untuk menanam anggur ini dirinya menggunakan sistem para-para dengan menggunakan tiang berupa kayu santen dan beton. Pada Desember 2020 ia mulai membuka lahan untuk menanam bibit anggur pada tanah seluas 10 are. Yang mana, batang bawah dari anggur ini ia menggunakan jenis anggur jenis red master. Setelah tumbuh kemudian disampung dengan jenis anggur impor yang dilakukannya pada Februari 2021. Dari percobaan ini, pada bulan Juli 2021 dirinya bisa melakukan panen perdana walaupun tidak banyak.

“Itu buah bonus namanya, karena sebenarnya belum waktunya berbuah. Itu juga sekaligus untuk cek benar atau tidak itu jenis anggur impor,” katanya.

Sementara untuk awal pengembangan anggur di tengah perkotaan ini, dirinya menanam kurang lebih 50 tanaman anggur. Kendala yang dihadapi, kata dia, dalam pemeliharaan anggur ini yakni intensitas hujan yang tak menentu. Jika sering terkena hujan tanaman bisa jamuran yang berdampak pada buah anggur itu sendiri.

 

 

“Kalau banyak jamur buahnya jadi seperti berkerak. Sebenarnya yang bagus itu pakai green house, jadi akan terkontrol pengairannya termasuk hujannya bisa kita kontrol. Ke depannya secara bertahap mau saya siapkan,” terangnya.

Selain itu, di sela-sela tanaman anggur juga ditanami bunga mitir yang juga digunakan sebagai anti hama alami.

Lebih lanjut ia menuturkan, sebenarnya dirinya tak memiliki basic di bidang pertanian, karena sebelumnya ia sempat menjadi teknisi komputer untuk mengisi waktunya sepulang bekerja. Namun sekarang ia beralih menjadi petani, karena memang sejak kecil sudah tertarik dengan tanaman.

Ke depannya lewat Bali Mesari Farm ini, dirinya mempunyai rencana untuk membuat sistem pertanian dan peternakan yang terintegrasi. Konsepnya yakni akan memanfaatkan limbah dapur untuk diolah menjadi pakan ternak seperti lele, bebek, mentok dan ayam.

“Nanti air bekas lele akan diolah menjadi pupuk dan digunakan untuk menyirami kebun pisang, anggur, dan bunga. Sementara kotoran bebek dan ayam akan digunakan sebagai pupuk untuk dicampurkan dengan media tanam,” katanya. Editor : I Putu Suyatra
#bali #agrowisata #pariwisata #denpasar #wisata petik anggur