Kondisi kunjungan wisatawan yang berkurang ini diperkirakan akibat berubahnya kondisi pantai yang sudah menjadi Daya Tarik Wisata (DTW) Badung tersebut.
Menurutnya, kunjungan wisatawan ini diharapkan mampu meningkat lagi. Sehingga akan dilakukan kajian lebih lanjut terkait upaya peningkatan kunjungan wisatawan.
Lebih lanjuta ia mengatakan, mengembalikan jumlah kunjungan wisatawan ke Pantai Kuta seperti tahun 1980-an merupakan sebuah harapan. Saat itu banyak wisatawan yang berjemur dan menikmati sunset di pantai. Kondisi saat ini diakuinya sangat berkurang dan dapat dihitung dengan jari. "Lantas apa masalahnya. Ini yang kami perlu bedah dan carikan jalan keluarnya," ujar Anom Gumanti, Minggu (27/11).
Menurutnya, kondisi alam memang membuat kawasan pesisir Pantai Kuta kian berkurang akibat abrasi. Kemungkinan lainnya yang menyebabkan berkurangnya kunjungan wisatawan, karena kurang kenyamanan, fasilitasi pendukung masih kurang, atau SDM.
Namun hal itu tidak lantas menjadi satu-satunya penyebab akan turunnya animo wisatawan ke Kuta. "Jadi harus kami ramu (formulasikan) lagi bagaimana supaya kunjungan wisatawan seperti tahun 1980-an," ungkapnya.
Pihaknya selaku Ketua Tim Koordinasi Penataan Pantai Kuta juga mengharapkan setelah penataan selesai dilakukan, tidak langsung memungut retribusi. Sebab hal ini disebutkan memerlukan kanjian yang matang. Agar nantinya tidak berdampak negatif bagi kunjungan wisatawan.
"Ketika dikenakan retribusi, takutnya mengurangi minat wisatawan datang ke pantai. Jadi itu kami masih pikirkan, kami kaji secara holistik. Intinya agar bagaimana wisatawan ini merasa aman dan nyaman," pungkasnya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya