Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Rekomendasi Kuliner di Klungkung; Bisa Coba Kolam Pancing dan Rumah Makan Nirmala, Menunya Mujair Nyat Nyat

I Wayan Adi Prabawa • Selasa, 4 Juli 2023 | 23:41 WIB
MUJAIR NYAT-NYAT: Porsi mujair Nyat-Nyat olahan Rumah Makan Nirmala, Desa Adat Lepang, Desa Takmung, Banjarangkan menjadi salah satu rekomendasi tempat kuliner di Klungkung.
MUJAIR NYAT-NYAT: Porsi mujair Nyat-Nyat olahan Rumah Makan Nirmala, Desa Adat Lepang, Desa Takmung, Banjarangkan menjadi salah satu rekomendasi tempat kuliner di Klungkung.

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS - Bagi pecinta kuliner yang kebetulan berada di Klungkung, khususnya ikan tawar mungkin belum lengkap rasanya jika belum mencoba olahan ikan Nyat-Nyat. Bumbu Bali atau base genep yang seolah merendam ikan setelah di goreng ini membuat rasa semakin meresap ke lidah.

Kolam Pancing dan Rumah Makan Nirmala yang berada di Desa Adat Lepang, Desa Takmung, Banjarangkan, Klungkung, Bali, bisa menjadi solusi bagi yang ingin mencoba makanan tersebut. Dengan racikan bumbu yang sederhana seakan mengena di lidah untuk membuat kita ketagihan. 

Selain mujair Nyat-Nyat, dalam satu porsi lengkap dengan nasi juga di dampingi sayur plecing kangkung dan jukut undis. Dengan dibandrol harga yang terjangkau, hanya Rp 35 ribu rasanya tidak terlalu mahal untuk ikan yang berukuran sedang tersebut.

Apalagi, ketika makan para pelanggan setidaknya bisa merasakan ketenangan. Pasalnya, tempat tersebut jauh dari kebisingan jalan raya. Maklum, tempatnya berada dekat dengan sawah. Disana juga tempat hiburan berupa kolam pancing.

Pengelola Rumah Makan Nirmala sekaligus juru masak, Ni Kadek Rustini menyebut, tempat ini sudah beroperasi sejak 2013 silam. Padahal, dirinya dan sang suami, I Ketut Sumerjaya tidak ada memiliki bakat sebagai juru masak. 

Bermodal tekad yang kuat, akhirnya pasangan suami istri itu memberanikan diri untuk membuka usaha tersebut. "Sejak awal kami membuat bumbu secara manual. Untuk sekali membuat bumbu bisa menghabiskan waktu 3 jam, dari mebat sampai memasak bumbunya," jelasnya, Selasa (4/7).

Kendati sudah 10 tahun beroperasi, tempat ini pun sudah banyak di ketahui. Pelanggan dikatakan tidak hanya berasal dari Kabupaten Klungkung saja, tetapi ada beberapa yang berasal dari kabupaten lain. "Banyak yang baru pertama makan kemari, dikemudian hari kembali kesini. Seperti contohnya Bapak Wakapolda Bali (Brigjen Pol I Ketut Suardana)," tandasnya.

"Disini juga sering ada acara, karena kebetulan tempat kami cukup luas," papar ibu dua anak ini.

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #mujair nyat nyat #kuliner #klungkung