BALI EXPRESS - Setiap pedagang tentunya berusaha buka setiap hari untuk mendapatkan penghasilan dan pelanggan. Namun hal itu tidak berlaku untuk salah satu warung babi guling yang ada di Banjar Sebatu, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, pasalnya warung babi guling itu buka saat hari pasah saja, (Tri Wara dalam Wariga, budaya Bali).
Pedagang nasi babi guling Pasah, Ni Komang Piratni menjelaskan bahwa warungnya itu hanya buka saat Pasah saja, yaitu tiga hari sekali.
Meski jualan di rumah dan tempat makannya di teras rumah, kerap ia kewalahan melayani pelanggan.
Sejarah diberikannya Nasi Babi Guling Pasah, berawal dari mertuanya berjualan pertama kali di banjar tersebut. Secara bergiliran warga di sana berjualan nasi babi guling, ada yang saat Kajeng, Beteng, dan mertuanya memilih di Pasah.
Sehingga sampai saat ini ia memepertahankan nama dan waktu warisan dari mertuanya tersebut. Sedangkan pedagang yang lainnya dikatakan sudah tidak melanjutkan lagi berjualan nasi babi guling.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengaku dalam tiga hari sekali hanya mengandalkan berjualan di rumahnya saja. Tak jarang pelanggan sudah mengantri dan menunggu babi guling yang baru matang.
Karena sekali jualan ia membuat satu babi guling saja dengan memasak beras dijadikan nasi sebanyak 25 kilogram.
Satu porsi nasi babi guling pasah ia jual seharga Rp 25 ribu termasuk minuman.
Disinggung berapa pengunjung yang datang setiap berjualan, ia mengaku sampai ratusan orang.
Uniknya, pembeli makan di karang sikut satak (pekarangan rumah), mulai dari Bale Daja, Bale Dauh, Bale Dangin, dan dapur secara lesehan.
Editor : I Putu Suyatra