BALI EXPRESS- Sebuah warung menjual peralatan upakara di wilayah Ubud, Gianyar menjadi idaman wisatawan dan masyarakat lokal sebagai tempat foto. Warung itu dihiasi dengan kendi dan baskom berbahan tanah liat berwarna-warni.
Pemilik warung I Wayan Cameng yang berasal dari Banjar Ambengan, Desa Peliatan, Ubud mengaku awalnya iseng mengecat alat-alat upakara tersebut. Dilihatnya bagus, sehingga dilanjutkan dengan mengecat hampir semua kendi dan baskom yang ia jual di warungnya itu.
Di samping dipergunakan sebagai alat upakara, ia sudah melihat barang tersebut kedepannya akan diminati oleh wisatawan jika dikemas berbeda. Selain itu, memajukan dan menghidupkan industri kecil pun dirasanya sangat cocok melalui inovasinya tersebut karena jika sudah diminati sebagai hiasan dan tempat pot oleh wisatawan, perajin kendi dan baskom berbahan tanah liat pun akan menikmati dampaknya.
Lantaran dilihat unik oleh salah satu wisatawan yang kebetulan lewat, langsung minta foto di sana. Setelah diunggahnya ke media sosial, maka semakin banyak wisatawan penasaran akan tempatnya. Bukan wisatawan saja, melainkan sampai ke masyarakat lokal khususnya remaja tergiur mengabadikan gambar di depan ratusan kendi tersebut.
Bahkan tak jarang pula orang yang praweding melakukan pengambilan gambar di tempat tersebut. Meski harus berpose di badan jalan, setiap orang yang akan mengabadikan gambar di sana harus berhati-hati. Pasalnya kendaraan yang melintas cukup padat.
Sampai saat ini, selain warungnya yang khusus menjual alat upakara dibuatnya juga sebuah studio dan gallery. Yaitu Serayu Pot and Terracotta, Drawing and worckshop studio. Tempatnya itu ada di Banjar Ambengan, Desa Peliatan, Ubud. Di lampu merah perempatan Jalan Raya Andong, Ubud lurus ke timur sekitar 100 meter di kiri jalan. (*)