SINGARAJA, BALI EXPRESS – Sekilas pura (tempat suci umat Hindu di Bali) terlihat sama saja. Ukirannya pun pastinya dibedakan menjadi ukiran gaya Utara dan gaya Selatan. Tapi tidak demikian dengan pura-pura yang ada di Buleleng ini.
Selain keunikan ukiran yang menggunakan gaya Buleleng asli, ukiran di pura juga memiliki kisah. Mulai dari kisah jaman Belanda hingga surga dan neraka. Berikut empat pura di Buleleng yang memiliki ukiran unik dan berkisah:
- Pura Meduwe Karang
Pura Meduwe Karang salah satu pura unik di desa Kubutambahan, Buleleng. Letaknya di pinggir jalan. Dikatakan unik, sebab di pura ini terdapat sebuah ukiran seseorang menaiki sepeda. Konon orang tersebut adalah W.O.J. Nieuwenkamp. Ia merupakan artis Eropa perintis yang berkunjung ke Bali, mendarat di Pelabuhan Buleleng, Bali Utara tahun 1904.
Dia datang membawa sepeda. Barangkali sepeda itu digunakan sebagai alternatif transportasi murah selama keliling Bali. Saat itu sepeda di Bali tidak banyak. Ia berpikir ketika ia mengendarai sepeda pasti semua akan heboh saat melihatnya. Dan benar saja, kehebohan itu abadi sampai saat ini lewat ukiran pesepeda di Pura Meduwe Karang.
- Pura Beji Sangsit
Letaknya dekat dengan pelabuhan Sangsit. Ukiran dari pura ini masih sangat asli, menggunakan gaya Buleleng. Meski pernah dipugar tapi bentuk asli dan ukirannya masih dipertahankan. Bentuknya yang unik dan klasik menjadi incaran para fotografer. Belum lagi para calon pengantin yang melakukan foto prewedding. Di sisi barat terdapat tembok sekat.
Diantara ukiran yang padat, terdapat patung prajurit kolonial Belanda.
Konon, saat pembangunan pura ini, ada beberapa tokoh Belanda yang membantu pembangunan pura ini. Ada dua yang dipasang mengapit patung Singa Ambara Raja. Diatasnya ada lengkungan bangunan yang bergaya arsitektur Belanda. Jadi jelas sudah ada percampuran nuansa arsitektur Belanda dan Bali Utara di pura ini.
- Setra Pura Dalem Buleleng
Sebenarnya yang unik adalah relief yang terukir di depan areal setra. Lokasinya tepat di sebelah utara Pura Dalem Buleleng. Relief itu terbentang sepanjang areal. Beberapa tokoh pewayangan juga terukir. Relief tersebut menggambarkan alam surga dan alam neraka. Begitu pula dengan cerita kehidupan manusia semasa hidupnya.
- Pura Desa Buleleng
Ukiran di Pura Desa Buleleng juga sangat khas. Terlihat klasik dan unik. Candi bentar yang menjulang tinggi juga dihiasi dengan ukiran gaya Buleleng. Saat menuju utama mandala, jika diperhatikan pada candi bentar, maka akan ditemukan belasan relief cetak.
Konon relief itu hanya dimiliki oleh bangunan-bangunan di kawasan kerajaan. Nah pura Desa Buleleng ini masuk dalam teritorial kerajaan Buleleng pada masanya. Sehingga relief cetak itu dijumpai di pura tersebut sampai ke wilayah puri Seni Sasana Budaya yang juga masuk kawasan kerajaan dulu.
Editor : I Putu Suyatra