Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kuliner Unik di Bali; Tupai Dimasak Jadi Lawar dan Bakso, Bisa Atasi Dua Penyakit, Hipertensi Tak Disarankan

Wibi Leksono • Selasa, 22 Agustus 2023 | 18:33 WIB
Lawar tupai atau semal ada di Warung D
Lawar tupai atau semal ada di Warung D

BALI EXPRESS - Daging tupai rupanya digemari dan dijadikan olahan masakan yang lezat di Bali.

Di Pulau Dewata –julukan Bali, tupai disebut semal.

Hewan ini bagi orang Bali bisa diolah menjadi makanan yang menggoda.

Seperti yang dilakukan oleh Warung D'Uma di Tabanan. Hewan pengerat ini dijadikan lawar dan bakso yang memiliki cita rasa khas. 

Pemilik Warung D'Uma, I Komang Adi Saputra, 29 menyebut, sebagian orang meyakini daging tupai atau disebut semal memiliki manfaat untuk mengatasi asma ataupun diabetes.

"Kami membuat olahan daging semal ini menjadi lawar dan bakso, ini menu andalan kami," ungkapnya sebagaimana dikutip dari YouTube Bali Foodie. 

Dalam sehari, ungkap Adi Saputra, ia menghabiskan sekitar 20 ekor tupai untuk di olah. Tupai itu ia beli dari para pemburu atau teman-teman menjual kepadanya.

"Kadang kalau hari biasa kami habis 20 ekor (tupai) tapi akhir pekan bisa sampai 30 ekor," tuturnya. 

Sementara itu, proses pengolahan daging tupai menjadi lawar, tak jauh beda dari proses pembuatan lawar babi atau ayam.

Daging tupai di cincang dan campur dengan bumbu-bumbu lawar pada umumnya. Untuk bakso tupai, terang Adi, adonannya murni daging tupai.

Tidak ada campuran tepung kanji atau terigu di dalamnya.

"Daging semua. Tidak ada campuran tepungnya. Setelah dicincang halus dicampur bumbu dan disimpan semalaman sebelum direbus pada kuahnya," katanya.

Jangan tanya soal rasa, tentu berbeda. Daging tupai cenderung memiliki tekstur tersendiri.

Dengan balutan bumbu, menjadikannya unik. Namun bagi pengidap hipertensi (tekanan darah tinggi) tidak disarankan menikmati kuliner ini, dikarenakan daging tupai memiliki karakter panas.

"Hampir sama seperti daging kelinci. Daging panas. Jadi untuk yang tensian (memiliki tekanan darah tinggi) tidak cocok. Tapi banyak juga yang cari," ujarnya.

Harga seporsi lawar dan bakso semal ala warung D'Uma yakni Rp 18 ribu. Paket komplit itu terdiri dari sepiring lawar, semangkuk bakso, dan sepiring nasi.

"Tapi kalau ada yang mau beli lawarnya saja bisa. Saya jual Rp 5 ribuan seporsi. Kalau baksonya saja Rp 10 ribuan," imbuhnya.

Bagaimana, tertarik mencicipi? 

Editor : I Putu Suyatra
#bakso #bali #lawar #kuliner #tupai #tabanan