Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bule Rusia Kembali Berulah di Bali setelah Sekian Lama, Begini Komentar Cok Ace

Rika Riyanti • Kamis, 31 Agustus 2023 | 03:15 WIB
Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace.
Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace.

DENPASAR, BALI EXPRESS - Seolah tidak ada henti-hentinya, turis asing kembali berulah di Bali.

Padahal, berita viral soal bule berulah di Bali sempat senyap beberapa waktu lalu.

Namun pada Senin (28/8), Bali, khususnya wilayah Badung, kembali digemparkan oleh ulah turis asal Rusia.

Dalam video yang beredar di jagad sosmed, warga negara asing (WNA) Rusia berjenis kelamin perempuan sempat mengamuk dan telanjang di depan salah satu di Jalan Pura Batu Pageh, Ungasan, Kuta Selatan, Badung.

Perempuan berinisal AR tersebut akhirnya diamankan pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung pada hari yang sama.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau yang biasa disapa Cok Ace mengakui, hal tersebut pasti selalu ada.

Ia menduga, mungkin saja yang bersangkutan belum pernah mendengar atau membaca aturan ‘do and don’t’ yang telah diterbitkan Pemerintah Provinsi Bali.

“Bisa jadi terjadi seperti itu ya. Kita tetap peraturan kita tegakkan, tentu ini akan menjadi informasi bagi wisatawan lain bahwa kita tetap strict pada peraturan kita yang kita sepakati bersama,” tuturnya saat diwawancarai di Denpasar, Senin (30/8).

Meski jarang lagi terdengar ulah turis di Bali, pria yang akrab disapa Cok Ace ini menegaskan bahwa Tim Satuan Tugas (Satgas) Pariwisata tetap berjalan.

“Mudah-mudahan (berkurang turis berulah), ya memang lama tidak pernah terdengar lagi ya, tapi astungkara, kalau muncul satu dua, itu kita anggap exercising kita lagi ya,” katanya.

Disinggung kembali munculnya bule Rusia yang berulah ini apakah karena Satgas kurang tegas, Cok Ace menampik hal tersebut.

Namun menurutnya hal itu bisa terjadi lantaran bule tersebut tidak mengetahui soal ‘do and don’t’.

“Bukan (kurang tegas), seperti yang saya sampaikan tadi, karena selama ini kan sudah mulai baik-baik saja ya, mereka tidak tahu lagi apa yang boleh dan tidak boleh. Mereka coba-coba lagi melakukan hal-hal yang melanggar norma-norma kita, melanggar aturan kita, yang penting adalah kita tindak, kita sudah punya pedoman-pedomannya, kita sudah punya payung hukumnya,” tegasnya.

Pihaknya pun menekankan bahwa aturan tersebut harus terus terus diingatkan. Pun demikian peletakkan aturan ‘do and don’t’ di passport dikatakannya masih dijalankan.

Editor : I Putu Suyatra
#COK ACE #bali #Rusia #wna #bule