SERIRIT, BALI EXPRESS - Nikmati kelezatan ikan laut segar dengan sentuhan khas Bali Utara melalui menu Plongos. Menu unik ini menjadi salah satu pilihan kuliner yang sayang untuk dilewatkan bagi pecinta makanan laut.
Plongos, yang sangat populer di wilayah Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, menghadirkan cita rasa istimewa dari ikan terbang dan ikan Bulus. Menu ini tidak umum dijumpai secara langsung, karena ikan-ikan tersebut diolah dengan cermat untuk meningkatkan nilai jualnya.
Kadek Novi Ariani, seorang warga Desa Kalianget, Kecamatan Seririt, menjadi sosok yang seringkali mengolah ikan menjadi sajian Plongos. Ia mendapatkan pasokan ikan segar dari ayahnya, seorang nelayan di Desa Pengastulan.
Novi menerima pasokan harian sekitar 30 hingga 50 ekor ikan terbang, dengan catatan cuaca mendukung agar hasil tangkapan maksimal. Namun, cuaca buruk tak jarang membuatnya kesulitan membawa pulang ikan segar.
Proses pembuatan Plongos dimulai dengan mencuci ikan segar hingga bersih. Kemudian, ikan ditusuk dengan kayu dan dipanggang hingga matang. Seluruh proses ini dilakukan oleh Novi sendiri, tanpa melibatkan karyawan.
Setelah matang, ikan Plongos dilumuri dengan bumbu yang terdiri dari cabe rawit, cabe Lombok, gula pasir, terasi, garam, dan limau. Bumbu tersebut tidak perlu digoreng, karena akan dipanggang bersama ikan untuk memberikan rasa yang meresap hingga ke daging ikan.
Novi telah menekuni usaha pembuatan Plongos sejak tahun 2019. Harga Plongos bervariasi, mulai dari Rp 7 ribu hingga Rp 10 ribu per ekor, tergantung ukuran ikan. Novi menjual Plongos secara online melalui WhatsApp dan Instagram, dengan pelanggan dari berbagai daerah, termasuk Kecamatan Seririt dan Kota Singaraja.
Plongos hasil karyanya dapat bertahan hingga dua hari jika disimpan di dalam kulkas dan sudah matang, siap untuk disantap, terutama saat disajikan dengan nasi hangat. Tampilannya yang menggoda dengan warna sambal merah membuatnya menjadi hidangan yang mengundang selera.
Novi mengakui bahwa usaha rumah tangganya menghadapi tantangan yang terkait dengan cuaca. Jika pasokan ikan terganggu akibat cuaca buruk, produksinya terhenti. Namun, saat cuaca mendukung, produksinya bisa lebih besar, mencapai omset hingga Rp 500 ribu per hari.
"Memang produksi ini tergantung cuaca. Kalau lagi bagus, tentu bisa lebih banyak produksinya. Kalau sudah cuaca buruk, ya terpaksa harus libur dulu sejenak," ungkapnya.
Jadi, jika Anda berada di Bali Utara, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kuliner Plongos yang segar dan lezat ini sebagai alternatif yang berbeda dari olahan ikan laut.
Top of Form
Bottom of Form
Editor : I Putu Suyatra