DENPASAR, BALI EXPRESS- Bagi pecinta kuliner, tak ada salahnya mencoba sate asem khas Karangasem, Bali. Untuk menikmatinya, tidak perlu jauh-jauh datang ke ujung timur Pulau Bali itu.
Kuliner sate asem khas Karangasem ini bisa didapatkan di Kota Denpasar. Penjualnya adalah Safitri Wulan Sari.
Safitri menyebutkan, sate asem ini terbilang unik karena memiliki tiga bumbu atau sambal kental. Di antaranya sambal kuning, sambal cacah kelapa bakar, dan sambal merah pedas.
Fitri megatakan gerai sate asem khas Karangasem ini baru masih baru di Denpasar. Ia baru mulai berjualan pada 8 September 2023.
“Mulanya (berjualan) karena ini salah satu ciri khas dari kampung kami, Kampung Karangasem. Jadi kami lihat memang belum banyak yang jual, ada di Kampung Jawa tapi rata-rata beda bumbu ya karena di sini lebih cenderung ke taste-nya agak pedas, di sana mungkin lebih manis,” katanya saat ditemui Jumat 29 September 2023.
“Jadi kami menonjolkan itu biar yang lainnya juga tahu kalau di desa kami ada makanan sate yang berbeda dari sebelumnya,” tambahnya.
Meski bernama sate asem, Fitri menjelaskan, dalam pembutan bumbu sate dan sambalnya tidak menggunakan asam lunak.
Nama itu berasal dari kampung halaman yang memang menyebut kuliner tersebut dengan nama sate asem.
“Memang dari sononya memang dibilangnya asam ya jadinya kita juga sebutnya sate asem walaupun kita sama sekali tidak pakai asemnya, hanya lebih ke bumbu dasar Bali jadi ya memang segitu saja,” ungkapnya.
Sambal sate kental berwarna kuning itu dikatakannya berbahan dasar seperti tepung beras dan rempah-rempah khas Bali seperti bungkilan.
Sementara untuk sambal merah ia menggunakan tomat dan cabai. Selain itu juga terdapat sambal cacah kelapa bakar atau sering disebut dengan sambal ‘nyuh’ yang tentunya menggunakan kelapa bakar dan beberapa bahan lainnya.
Ketika ditanya bagaimana respon pelanggan hingga saat ini dengan sate asam, Fitri mengatakan responnya cukup baik dan diterima lidah masyarakat.
“Sejauh ini fine sih, mereka pada bilang suka apalagi yang benar-benar orang Karangasem kangen bela-belain ke sini nyarinya. Sehari jual sekitar 40 porsi sate,” katanya.
Varian sate asam yang dijual ada sate asam sapi, ayam, babat dan usus sapi. Yang paling sering dibeli oleh pelanggan adalah sate asam sapi dan ayam.
Harganya pun cukup terjangkau yakni Rp 15 ribu perporsi untuk semua jenis sate. Gerai sate asam ini buka setiap hari mulai pukul 11.00-21.00 Wita. “Rencananya saya akan buka cabang baru di Pojok Sudirman, Denpasar,” katanya. (*)