BALI EXPRESS - Salah satu hidangan yang cukup terkenal di Bali adalah lawar. Meskipun lawar bukanlah sesuatu yang asing, namun versi lawar cukup beragam.
Saat ini orang lebih mengenal lawar yang terbuat dari babi, ayam, itik atau kuwir, kerbau, sapi dan kambing.
Ada satu jenis lawar yang nyaris terlupakan, meski sebetulnya lawar ini sudah ada sejak dulu.
Lawar yang satu ini memiliki ciri khas yang unik dan jarang ditemui saat ini karena sudah langka. Lawar tersebut adalah lawar nyawan.
Lawar nyawan merupakan variasi dari hidangan lawar tradisional. Perbedaan utamanya terletak pada bahan, yaitu terbuat dari larva atau ulat lebah yang dalam bahasa Bali disebut nyawan.
Lawar nyawan memiliki karakteristik dan rasa yang berbeda dari lawar konvensional yang biasanya terbuat dari daging babi, ayam, atau sapi.
Keberadaan lawar nyawan tidaklah umum di setiap tempat di Bali. Hidangan ini lebih sering ditemukan pada acara-acara khusus seperti festival kuliner atau di desa-desa tertentu yang memang menjaga tradisi kuliner unik mereka.
Hal ini membuat lawar nyawan menjadi sesuatu yang langka dan eksklusif, di mana tidak semua orang memiliki kesempatan untuk menikmatinya.
Salah satu alasan mengapa lawar nyawan menjadi langka adalah karena sulitnya mendapatkan bahan baku. Sebab untuk mendapat sarang lebah yang berisi larva muda sangat sulit.
Selain itu harus diperoleh dengan hati-hati, biasanya melalui proses pengumpulan oleh para peternak lebah yang berpengalaman.
Sarang lebah yang telah terkumpul kemudian direbus dan diolah dengan bumbu-bumbu khas Bali untuk menciptakan cita rasa yang autentik dan kaya akan rempah.
Proses pembuatan lawar nyawan memang memerlukan kesabaran dan keahlian khusus.
Setelah larva lebah direbus dan sarangnya terurai, dicampur dengan bahan-bahan lain seperti kelapa parut, kacang panjang, dan kecambah.
Semua bahan ini kemudian ditumis dengan bumbu halus yang terdiri dari campuran rempah-rempah yang segar dan aromatik.
Rasa unik dari lawar nyawan membuatnya diminati oleh para penggemar kuliner yang mencari pengalaman gastronomi yang berbeda.
Meskipun terdengar eksotis, lawar nyawan sebenarnya memiliki nilai gizi yang tinggi.
Larva lebah kaya akan protein dan nutrisi lainnya yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia.
Oleh karena itu, selain sebagai hidangan yang menggugah selera, lawar nyawan juga dianggap memiliki nilai tambah dalam hal kesehatan.
Harga lawar nyawan pun cukup mencengangkan, karena kelangkaannya.
Harga per kilogram nyawaan bisa mencapai jumlah yang cukup tinggi, membuat hidangan ini menjadi sesuatu yang eksklusif dan hanya dapat dinikmati oleh mereka yang bersedia merogoh kocek lebih dalam.
Meskipun demikian, bagi mereka yang memiliki kesempatan untuk mencicipi lawar nyawan, pengalaman itu tentu akan menjadi sebuah petualangan kuliner yang tak terlupakan.
Rasanya yang kaya akan cita rasa dan tekstur yang unik akan membawa pengalaman baru yang memuaskan bagi siapa pun yang berani mencoba.
Lawar nyawan bukan hanya sekadar hidangan eksotis, tetapi juga sebuah cerminan dari kekayaan budaya dan tradisi kuliner Bali yang patut dijaga dan dilestarikan.
Sebuah warisan gastronomi yang memiliki nilai sejarah dan keunikan tersendiri dalam panorama kuliner Indonesia.
Berikut adalah resep dan cara membuat lawar nyawan.
Bahan-bahan:
- 100 gr sarang lebah muda
- 100 gram kelapa parut (pilih yang setengah tua)
- 150 gram daging ayam rebus, disuwir
- 100 gram kacang panjang, potong 2 cm
- 100 gram kecambah
- 2 sendok makan gula merah, disisir
- 2 sendok makan minyak untuk menumis
- 1 buah mentimun, potong dadu kecil
- 3 sendok makan bawang goreng
- 1 buah jeruk nipis
- 1 sendok teh garam
Bumbu Halus:
- 3 buah cabai merah, buang bijinya
- 10 buah cabai rawit (atau sesuai selera)
- 6 butir bawang merah
- 2 siung bawang putih
- 1/2 sendok teh lada
- 2 butir kemiri
- 1 cm jahe
- 1 cm lengkuas
- 2 cm kencur
- 1/2 sendok teh ketumbar
- 1/2 blok terasi
Cara membuatnya:
- Rebus sarang lebah muda selama 15 menit, lalu potong halus.
- Rebus kacang panjang hingga setengah matang, potong kecil-kecil.
- Rebus kecambah setengah matang, potong kecil-kecil.
- Tumis bumbu halus sampai harum.
- Masukkan sarang lebah, kelapa parut, kacang panjang, dan kecambah.
- Matikan api, tambahkan irisan mentimun.
- Tambahkan air jeruk nipis dan taburan bawang goreng.
- Lawar nyawan siap disajikan.