Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tum Bungkil Biu: Menu Kuliner Unik dari Bali yang Wajib Dicoba, Ini Resep dan Cara Mengolah

IGA Kusuma Yoni • Selasa, 20 Februari 2024 | 17:22 WIB
BUNGKIL BIU: Tum tidak hanya dibuat dari parutan kelapa, tetapi juga dari bungkil biu atau bonggol pisang. Di beberapa daerah di Bali, menu kuliner ini wajib dibuat saat hari raya  Galungan.
BUNGKIL BIU: Tum tidak hanya dibuat dari parutan kelapa, tetapi juga dari bungkil biu atau bonggol pisang. Di beberapa daerah di Bali, menu kuliner ini wajib dibuat saat hari raya Galungan.

BALI EXPRESS -  Selain nangka muda atau gori, ada berbagai bahan unik yang bisa diolah untuk menu kuliner menjelang hari raya Galungan di Bali.

Salah satunya adalah bonggol pisang atau yang oleh masyarakat Bali dikenal dengan nama bungkil biu.

Di beberapa kabupaten seperti di Tabanan, Bangli, Singaraja hingga Klungkung, bonggol pisang atau bungkil biu ini merupakan salah satu bahan kuliner yang wajib ada menjelang hari raya Galungan.

Masyarakat setempat sering mengolahnya untuk lawar atau tum yang dicampur dengan bumbu atau base genep dan daging babi cincang.

Ketut Warta, salah satu masyarakat Tabanan, mengaku rutin membuat tum bungkil biu setiap penampahan Galungan.

Warta mengaku tum ini sudah menjadi menu wajib kala hari raya Galungan.

"Tum bungkil biu menjadi salah satu menu wajib kami. Karena keluarga saya pasti minta dibuatkan. Bungkil biu yang digunakan adalah dari jenis biu batu. Karena lebih lembut dan rasanya lebih enak," jelas Warta.

Untuk mendapatkan bungkil biu menjelang hari raya Galungan, diakui Warta, tidak sulit karena di pasar atau di warung-warung ada yang menjual.

Biasanya, papar Warta, ada dua jenis bungkil biu yang tersedia, yakni bungkil biu yang sudah diparut atau yang belum diparut.

Cara membuatnya, jelas Warta, hampir sama dengan membuat tum pada umumnya, dimana bonggol pisang atau bungkil biu setelah diparut direndam menggunakan air garam selama 30 menit.

Setelah itu diperas, dicampurkan bumbu rajang dan daging babi cincang.

Setelah tercampur, adonan tum ini dibungkus dengan daun pisang lalu dikukus sampai matang.

BUNGKIL BIU: Tum tidak hanya dibuat dari parutan kelapa, tetapi juga dari bungkil biu atau bonggol pisang. Di beberapa daerah di Bali, menu kuliner ini wajib dibuat saat hari raya  Galungan.
BUNGKIL BIU: Tum tidak hanya dibuat dari parutan kelapa, tetapi juga dari bungkil biu atau bonggol pisang. Di beberapa daerah di Bali, menu kuliner ini wajib dibuat saat hari raya Galungan.

"Tum ini biasanya bertahan sampai satu minggu jika disimpan dengan baik, karena bungkil pisang bisa menyerap air,  sehingga tum tidak cepat basi," tambahnya.

Meskipun identik dengan menu hari raya Galungan, namun tum bonggol pisang ini juga sering dijual pedagang makanan.

Agung Surya, salah seorang penjual masakan Bali di Tabanan mengaku, sesekali waktu dia menjual tum bungkil biu sebagai pelengkap lauk menu kuliner nasi campur Bali yang dijualnya

"Sesekali saya menjual tum bungkil  biu. Biasanya saya jadikan lauk di nasi campur, tapi sering juga dibeli oleh pelanggan. Saya jual dengan harga Rp2.500 per bungkus," tandasnya. ***

Editor : Nyoman Suarna
#bali #unik #TUM #bungkil biu #kuliner #menu