BALI EXPRESS - Rasanya gurih, pedas dan segar. Warnanya kuning seperti bumbu blayag. Bumbu itu disiram di atas campuran sayur mayur yang direbus.
Ada daun ketela, mentimun, pare hingga kacang panjang. Campuran bumbu dan sayur mayur itulah yang disebut Jukut Base Baas.
Jukut berarti sayur, sedangkan Base Baas adalah bumbu kuning yang terbuat dari beras dan campuran rempah-rempah.
Kuliner ini adalah makanan tradisional khas Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali Utara.
Kuliner ini sudah langka dan tidak dapat dijumpai setiap hari. Biasanya kuliner ini ramai dijual saat ada upacara yadnya di Desa Tamblang.
“Kalau saat piodalan di pura biasanya banyak yang jual. Tidak selalu bisa dinikmati kalau tidak ada acara,” ujar Ketut Budarasi, Minggu, 3 Maret 2024, sambil menata sayuran ke dalam tekor daun.
Budarasih adalah salah satu warga Tamblang yang masih rutin membuat Jukut Base Baas. Perempuan 80 tahun ini masih begitu enerjik.
Rasa jukut yang dibuat pun kaya bumbu sehingga akan sangat terasa dalam satu kali suapan.
“Kalau tidak begitu, tidak enak. Nyeb (hambar),” katanya lagi.
Harganya murah, satu porsi atau satu tekornya dijual dengan Rp3.000.
Jukut Base Bass sangat terkenal di Desa Tamblang. Kendati demikian, tidak ada yang mengetahui dengan pasti siapa pelopor pembuat Jukut Base Baas di desa itu.
Tidak ada yang tahu pula alasan Jukut Base Baas selalu muncul saat hari upacara yadnya di Desa Tamblang.
Bahan makanan desa yang satu ini cukup mudah ditemui, sebab menggunakan sayuran yang biasa digunakan sehari-hari.
Selain kolaborasi sayur mayur, jukut Base Baas buatan Budarasih juga berisi bola-bola singkong.
Bola-bola singkong itu juga turut dicampur dalam jukut sebagai pengganti karbohidrat. (*)
Editor : Nyoman Suarna