Penyon Bangsah, Kuliner Ekstrem Musiman dari Desa Sangketan, Tabanan Bali: Bahan dan Cara Membuatnya
Putu Agus Adegrantika• Senin, 25 Maret 2024 | 14:42 WIB
KULINER : Kuliner extreme di Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Tabanan, Bali, Penyon Bangsah.
TABANAN, BALI EXPRESS - Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, terkenal dengan kuliner tradisionalnya yang unik dan ekstrem, yaitu Penyon Bangsah.
Kuliner musiman ini terbuat dari bakal bunga pohon Peji (sejenis palem hutan) atau kelapa yang tumbuh liar di sekitar hutan Batukau.
Penyon Bangsah biasanya dibuat saat merayakan hari-hari besar agama Hindu di Bali seperti Galungan, Kuningan, dan menjelang Nyepi.
Kuliner ini telah ada sejak lama dan terus dilestarikan hingga saat ini.
I Made Danu Tirta, seorang warga setempat, menjelaskan bahwa bahan utama Penyon Bangsah adalah Bangsah atau Ketoktok, yang merupakan bakal bunga dari pohon Peji atau kelapa yang masih muda.
Proses pembuatannya cukup sederhana dan melibatkan beberapa bahan tambahan seperti basa gede/Basa Genep, Mba, dan pilihan daging babi atau ayam.
"Rahasia kelezatan Penyon Bangsah terletak pada proses pembuatannya. Setelah direbus hingga lunak, Bangsah menjadi lembut dan kelezatannya tersaji dalam sentuhan bumbu-bumbu tradisional," jelas Danu.
Dalam prosesnya, bakal bunga Bangsah yang telah dimasak kemudian dicincang halus dan dicampur dengan bumbu serta daging sesuai selera.
Kemudian adonan tersebut dimasak dengan cara ditimbung atau dibungkus dengan daun pisang sebelum akhirnya siap disajikan.
Proses pembuatan Penyon Bangsah
Bahan dan Cara Membuat Penyon Bangsah:
Bahan:
Bangsah (bakal bunga peji atau kelapa)
Basa gede/Basa Genep (bumbu Bali)
Mba (bumbu Bali)
Daging babi atau ayam (opsional)
Cara Membuat:
Siapkan bahan-bahan.
Keluarkan bakal bunga dari pembungkusnya.
Rebus Bangsah hingga lunak.
Cincang halus Bangsah tanpa dicuci.
Peras Bangsah hingga tidak ada air.
Campurkan Bangsah dengan bumbu/Basa Genep, Mba, dan daging (opsional).
Masak adonan dengan cara ditimbung (dibakar dalam bambu) atau dikukus dalam daun pisang.
Tunggu selama 40 menit dan Penyon Bangsah siap dihidangkan.
Penyon Bangsah memiliki rasa yang unik dan tekstur yang kenyal.
Meskipun terbuat dari bakal bunga yang terasa sepat, rasa tersebut hilang setelah direbus.
Penyon Bangsah cocok dinikmati dengan nasi hangat, terutama entil yang dibuat menjelang Nyepi.
"Meskipun awalnya terasa sedikit sepat, Penyon Bangsah setelah melalui proses perebusan menjadi sangat lezat. Rasanya sangat cocok dinikmati dengan nasi hangat, terutama saat menyambut Nyepi," tambahnya.
Mengkonsumsi Penyon Bangsah juga bermanfaat untuk meminimalisir diare akibat konsumsi daging berlebihan karena kandungan serat yang tinggi pada Bangsah. ***