Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sering Layani Wisatawan, Drivel Ojol di Bali Mesti Bisa Bahasa Asing

Rika Riyanti • Kamis, 28 Maret 2024 | 15:59 WIB
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun saat memberikan pengarahan dalam pertemuan dengan para sopir transportasi online.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun saat memberikan pengarahan dalam pertemuan dengan para sopir transportasi online.

DENPASAR, BALI EXPRESS - Saat ini, ojok online (ojol) menjadi salah satu sarana transportasi andalan bagi masyarakat.

Bahkan, wisatawan asing sudah fasih menggunakan ojol di Bali.

Oleh karena itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun menyampaikan, ojol agar tidak hanya memiliki kemampuan menyetir, tetapi juga wajib berjiwa sadar wisata. 

“Mereka perlu memahami menjaga dan mengelola Bali sebagai destinasi wisata, sehingga wisatawan merasa betah dan nyaman ketika berada di Bali," kata Tjok Bagus di Denpasar, Rabu, 27 Maret 2024.

Selain itu, Dinas Pariwisata juga meminta agar mereka memiliki pembeda dengan driver aplikasi dari daerah lain.

Pembeda itu juga termasuk seragam yang digunakan saat mereka sedang beroperasional. 

Dalam pertemuan dengan para sopir transportasi online di Bali, Tjok Bagus mengatakan, uniform driver online di Bali akan jadi ciri khas.

“Akan ada ciri khas, ada diferensiasi antara driver online di Bali dengan di daerah lain. Saya berharap Grab seperti itu. Saya juga ingatkan wisman yang gunakan layanan Grab juga menggunakan pakaian sesuai budaya di Bali dan mengenakan helm,” terangnya.

Baca Juga: Dumogi Amor Ing Acintya, Kakek Hanyut di Sungai Ayung Ditemukan Meninggal Dunia

Drivel online juga diwajibkan mampu berbahasa asing. Hal ini lantaran sebagian besar pengguna transportasi online di Bali adalah orang asing.

“Maka dari itu kemampuan berbahasa asing adalah hal yang mutlak,” ucapnya. 

Lebih lanjut, Tjok Bagus juga menegaskan, perlunya driver online ini memahami adat istiadat dan budaya masyarakat Bali.

Sehingga nantinya bisa memberikan informasi yang cukup kepada turis asing terkait apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama di Bali.

“Pelatihan driver online ini untuk membangun pariwisata berbasis budaya dengan merangkul semua komponen salah satunya driver transportasi online,” tandasnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #wisatawan #bahasa asing #ojol