Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pemudik Padati Pelabuhan Gilimanuk Jembrana, ASDP Mulai Operasikan Dua Kapal Jumbo

I Gde Riantory Warmadewa • Kamis, 4 April 2024 | 21:23 WIB
Kapal perbantuan Munic I Palembang saat bongkar muat di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Kamis, 4 April 2024.
Kapal perbantuan Munic I Palembang saat bongkar muat di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Kamis, 4 April 2024.

JEMBRANA, BALI EXPRESS - Puluhan ribu pemudik tercatat meninggalkan Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana pada Rabu, 3 April 2024 atau H-7 lebaran.

Data penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk mencatat jumlah pemudik keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk per 3 April 2024 (H-7 lebaran) tercatat sebanyak 30.503 orang.

Aktivitas pemudik di Pelabuhan Gilimanuk diprediksi akan terus mengalami peningkatan mendekati hari raya lebaran nanti.

Berdasarkan pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), Kamis, 4 April 2024, kendaraan pemudik memadati areal Pelabuhan Gilimanuk, baik menggunakan sepeda motor maupun mobil pribadi.

Tidak hanya itu, kendaraan logistik juga terlihat menumpuk di dalam areal Pelabuhan Gilimanuk.

Kondisi itu mengakibatkan pihak ASDP menerapkan skema padat untuk mengurai antrean.

Bahkan dua kapal perbantuan yakni KMP Munic I dan KMP Jatra juga turut dioperasikan. Total ada 30 armada kapal termasuk kapal perbantuan yang dioperasikan dengan pola 8 trip.

Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Kelas I Penyeberangan Gilimanuk I Made Ria Fran Dharma Yudha mengatakan saat ini pelayaran di Selat Bali menggunakan pola delapan trip dengan skema padat.

Baca Juga: 5 Residivis Narkoba Kembali Berulah di Bali, Jaringan Jawa-Medan Terbongkar! Mereka Pernah Ditahan Bersama

“Dua kapal perbantuan berkapasitas besar sudah mulai beroperasi. Total ada 30 kapal yang beriperasi untuk mempercepat mengurai antrian,” ujarnya.

Pihaknya lanjut Yudha masih memfokuskan pelayanan pada kendaraan roda dua dan roda empat yang membawa pemudik.

Sedangkan untuk angkutan logistik, masih belum diprioritaskan.

“Kami berlakukan skema pola padat dengan pengoptimalan delapan trip, kami lakukan percepatan bongkar muat, artinya penuh berangkat. Jadi tidak menggunakan waktu bongkar muat,” pungkasnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #lebaran #pemudik #pelabuhan gilimanuk #jembrana