Wisman Domestik Belanjakan Jutaan Rupiah untuk Oleh-Oleh di Bali Saat Libur Lebaran
I Putu Suyatra• Minggu, 14 April 2024 | 04:20 WIB
Wisatawan domestik padati pusat oleh-oleh Pabrik Kata-kata Joger di momen Lebaran 2024, Badung, Bali, Sabtu (13/4/2024). ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari
DENPASAR, BALI EXPRESS – Libur panjang Lebaran 2024 menjadi berkah bagi para pedagang oleh-oleh di Bali. Banyak wisatawan domestik (wisdom) yang rela menggelontorkan uang jutaan rupiah untuk membeli oleh-oleh sebelum kembali ke daerah asal.
Anita (38), seorang warga Jakarta, adalah salah satu dari mereka.
Bersama tiga anggota keluarganya, ia menghabiskan tiga hari berlibur di Pulau Dewata.
Namun, pengeluaran terbesarnya bukanlah untuk akomodasi atau makanan, melainkan untuk membeli oleh-oleh.
"Hari ini saya habis Rp6 jutaan di Khrisna dan Pabrik Kata-kata Joger," ujarnya, sambil menunjukkan keranjang belanjaannya yang penuh.
Tidak hanya Anita, Sandi (37) dari Manado juga tidak ingin ketinggalan.
Bersama istri dan anaknya, ia bahkan harus membawa pulang oleh-oleh yang dibungkus dalam kardus karena jumlahnya yang besar.
"Barang-barang ini lumayan, habis Rp1 jutaan," ungkapnya sambil tersenyum.
Menurut para wisatawan ini, pengeluaran besar tersebut sepadan dengan produk-produk berkualitas yang ditawarkan di Bali.
Selain itu, mereka juga menyadari bahwa kesempatan untuk berlibur ke Bali tidak datang setiap hari, sehingga momen ini ingin dimanfaatkan sebaik mungkin.
Junior CEO Pabrik Kata-kata Joger, Armand Setiawan, mengungkapkan bahwa lonjakan pembelian oleh-oleh oleh wisatawan domestik telah terjadi sejak dimulainya libur Lebaran.
"Rata-rata pengunjung kami bisa mengeluarkan setidaknya Rp1 jutaan setiap kali berbelanja," katanya, sambil menjelaskan bahwa kunjungan harian telah melonjak dari 300 pengunjung menjadi 1.300 pengunjung per hari.
Armand juga memprediksi bahwa lonjakan tersebut akan berlanjut hingga akhir pekan ini, terutama karena lokasi pusat oleh-oleh mereka yang dekat dengan Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Sebagian besar pembeli yang datang adalah wisatawan domestik yang ingin membawa oleh-oleh khas Bali sebelum pulang ke rumah.
Pemilik Krisna Oleh-oleh Bali, Ajik Krisna, juga mengamini tren ini.
"Kami telah meningkatkan produksi kami untuk memenuhi permintaan yang meningkat," katanya.
Diperkirakan bahwa jumlah pengunjung di pusat oleh-oleh akan mencapai puncaknya pada hari-hari mendatang, mencapai hingga 10.000 pembeli per hari.
Dengan lonjakan pembelian oleh-oleh yang signifikan ini, pulau Bali sekali lagi memperkuat reputasinya sebagai destinasi wisata dan belanja yang tak tertandingi di Indonesia.
Contoh Pengeluaran:
Anita (38) dari Jakarta menghabiskan Rp6 juta untuk membeli kopi, makanan, pakaian, dan pernak-pernik di Khrisna dan Joger.
Sandi (37) dari Manado membawa pulang oleh-oleh senilai Rp1 juta, termasuk sandal, baju kaos, dan topi.
Alasan Membeli Oleh-Oleh:
Momen spesial: Liburan ke Bali tidak sering dilakukan, sehingga ingin dimanfaatkan dengan membeli oleh-oleh.
Produk khas: Pusat oleh-oleh menawarkan produk-produk khas Bali yang unik dan sulit ditemukan di tempat lain.
Kenangan: Oleh-oleh menjadi pengingat bagi wisatawan tentang pengalaman mereka di Bali.
Lonjakan Pembeli:
Junior CEO Pabrik Kata-kata Joger, Armand Setiawan, mencatat peningkatan kunjungan wisatawan domestik sejak Minggu (7/4).
Rata-rata pengunjung menghabiskan Rp1 juta per kali berbelanja.
Lonjakan diprediksi berlangsung hingga Selasa (16/4) karena lokasi mereka dekat Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Ajik Krisna, Pemilik Krisna Oleh-oleh Bali, juga mengalami peningkatan pembeli sejak Lebaran hari kedua.
Produksi pie susu, produk paling laris, ditingkatkan dari 10.000 kotak menjadi 20.000 kotak per hari.
Prediksi Puncak Kunjungan:
Armand Setiawan memprediksi puncak kedatangan pembeli pada h+3 Lebaran dengan 5.000 pembeli.
Ajik Krisna memprediksi puncak kunjungan wisatawan domestik di pusat oleh-oleh akan berlangsung hingga akhir masa cuti bersama, dan puncaknya dapat mencapai 10.000 pembeli sehari.
Tips Berbelanja Oleh-Oleh:
Tentukan anggaran: Buatlah daftar belanja dan patuhi anggaran yang sudah ditetapkan.
Bandingkan harga: Kunjungi beberapa toko untuk membandingkan harga sebelum membeli.
Pastikan kualitas: Periksa kualitas produk sebelum membeli.
Tawar menawar: Di beberapa tempat, tawar menawar adalah hal yang wajar.
Beli barang khas: Pilihlah oleh-oleh yang khas dan unik dari Bali.