Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kuliner Bali Legendaris: Nikmatnya Nasi Mie Makanan Khas Desa Penuktukan yang Kaya Rempah

Wiwin Meliana • Selasa, 23 April 2024 | 19:20 WIB

Nasi Mie Kuliner Khas Desa Penuktukan
Nasi Mie Kuliner Khas Desa Penuktukan

BALI EXPRESS- Nasi mie makanan sejuta umat, makanan berkuah hangat khas cita rasa pulang kampung yang selalu dirindukan.

 Nasi mie merupakan makanan nikmat khas dari Desa Penuktukan, Singaraja Bali.

Banyak orang mungkin bertanya-tanya, mengapa hidangan Nasi Mie ini bisa menjadi salah satu makanan nikmat.

Baca Juga: Jaga Keandalan Transaksi Nasabah, BRI Raih ISO 2230:2019 - BCMS

Padahal bahan dasar yang tercampur didalamnya sangat basic sekali, yaitu nasi dan mie yang dikuahi.

Namun ternyata, rempah-rempah yang terkandung didalamnyalah yang membuat nasi mie menjadi menu yang ikonik, terutama mereka para penikmat makanan gurih nan hangat.

Terdiri dari ‘base genep’ (campuran semua rempah) yaitu, lengkuas, jahe, kencur, bawang putih dan merah, cabai, terasi, dan merica.

Kemudian ditambahkan beberapa takaran penyedap rasa. 

Baca Juga: Usai IBTK Kasineb, Pendakian Gunung Agung Kembali Dibuka

Nasi mie diperkirakan sudah ada pada periode tahun 80an, kemudian diperjualbelikan sejak masyarakat Desa Penuktukan mengenal yang namanya kegiatan jual-beli dalam skala besar.

Para pendahulu membuat makanan ini sebagai bentuk kesederhanaan racikan khas buatan seorang ibu dirumah.

Makanya tak heran kalau nasi mie ini membuat orang-orang yang merantau di ibukota jadi rindu masakan rumah.

Seiring berjalannya waktu, jenis-jenis tambahan pendamping hidangan pun makin variatif. Yang dulunya hanya memakai kerupuk udang dan ayam suwir sebagai pendamping, kini para pedagang menambahkan campuran telur rebus yang kemudian goreng, lalu ditambah dengan keripik usus serta jeroan ayam kering. Sungguh makanan yang menggugah selera!

“Saya penikmat nasi mie sejak dulu. Tidak tau mengapa, makanan ini selalu menjadi pilihan menu saya ketika pulang kampung ke Penuktukan. Selain itu, uniknya setiap porsi nasi mie bisa saja memiliki rasa yang berbeda karena pedagang langsung membuatnya ketika orang baru memesan.” Kata MA (34 th) dengan nada gembira sebab baginya nasi mie adalah salah satu makanan favorite.

Baca Juga: Penadah Alat Musik Gamelan Curian dari 3 Banjar dan 1 Pura Dicokok Polisi, Pelaku Masih Diburu

Seperti yang dikatakan MA (34 th) bahwa setiap rasa dari seporsi nasi mie bisa saja berbeda, itu dikarenakan setiap orang memiliki takaran mereka masing-masing dalam pembuatannya.

 Selain itu, khusus para pedagang, agar hidangan selalu hangat mereka akan memasak kuah mie dan mencampurnya dengan nasi ketika ada pembeli yang memesan. Walaupun kedengarannya sangat ribet, akan tetapi hal itu bisa jadi salah satu sumber kenikmatan karena makanannya dihidangkan saat hangat.

Sampai sekarang dan sejauh ini masih ada kurang lebih 4 penjual nasi mie yang tersebar di Desa Penuktukan.

Nasi Mie sangat pas disantap dikala musim hujan untuk menghangatkan lambung.

Baca Juga: Sunset Point Amed Bali: Tempat Terbaik untuk Nikmati Matahari Terbenam, Ada Paket Tur Khusus Lho…!

Tenang saja, walaupun rasanya kualitas tinggi, harga seporsi nasi mie masih terbilang murah.

Hanya 7ribu Rupiah sampai 15ribu rupiah untuk seporsinya. Untuk itulah ketahui lebih banyak tentang nasi mie atau mencobanya langsung ke Desa Penuktukan.

Ditulis oleh Mahasiswa PKL STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja (Kadek Danila Suri Saputri)

 

 

Editor : Wiwin Meliana
#bali #Nasi Mie #Desa Penuktukan #makanan khas #kuliner