BALI EXPRESS - Para pecinta kopi, ada kabar gembira untuk Anda! Tak perlu jauh-jauh ke kawasan glamping Kintamani Bali hanya untuk menikmati kopi dengan pemandangan indah.
Di Tabanan, ada kedai kopi yang menawarkan view indah untuk nongkrong sambil menikmati kopi yang tak kalah dengan beberapa kawasan glamping di Kintamani Bali.
Namanya Batukaru Kopi, terletak di Jl. Batu Luwih Kawan, Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali.
Batukaru Kopi hanya berjarak sekitar 30 km dari kota Tabanan atau sekitar 51 menit perjalanan.
Jika Anda datang dari Denpasar, jaraknya sekitar 43 km dengan estimasi waktu tempuh 1 jam 30 menit. Cukup dekat, bukan?
Meskipun berada di Tabanan, Batukaru Kopi memiliki pemandangan yang tak kalah indah dibandingkan dengan kafe-kafe yang menjadi tempat persinggahan saat glamping di Kintamani Bali.
Di sini, Anda bisa menikmati kopi dengan view sawah terasering yang menakjubkan dan hawa sejuk yang menyegarkan.
Harga menu di Batukaru Kopi sangat terjangkau, mulai dari Rp 15.000.
Selain kopi, kafe ini juga menyediakan berbagai makanan berat.
Pelayanan yang ramah dan adanya fasilitas free WiFi membuat tempat ini cocok untuk bersantai atau bekerja.
Dikutif dari akun TikTok @BatukaruKopi, banyak pengunjung yang memberikan komentar positif terhadap tempat ngopi ini.
Akun @FilmaPernadi salah satunya, menyebut, tempatnya sangat bagus, pemandangannya juga indah, harganya terjangkau, pelayanannya ramah, makanan dan minumannya enak.
“Cocok untuk healing bareng pacar atau sendiri. Bakal balik ke sini lagi," ungkapnya.
Sementara itu akun @NiaAdriani juga menambahkan, "Salah satu coffee shop rekomendasi di Jatiluwih.
Tempatnya nyaman, pemandangannya indah, kopi dan sourdough pancakesnya enak. Harus coba Coffee Ginger Coolernya, unik dan nikmat."
Dengan harga yang terjangkau dan pemandangan yang menawan, Batukaru Kopi menjadi tempat yang sempurna untuk dikunjungi oleh pekerja maupun pelajar.
Jadi, tunggu apa lagi? Ajak pasangan atau teman-teman Anda untuk menikmati hari yang menyenangkan di Batukaru Kopi.
Ni Putu Sumariani*
- Mahasiswa PKL STAHN Mpu Kuturan Singaraja.