BALI EXPRESS.ID – Bagi Anda yang hanya punya waktu liburan singkat, glamping di Kintamani Bali mungkin bukan pilihan terbaik.
Namun, ada alternatif menarik yang bisa masuk daftar kunjungan Anda, terutama bagi pecinta makanan khas Bali.
Sekali-kali, Anda harus mencoba Standar Lokal, sebuah tempat kuliner sederhana yang menyajikan makanan juara.
Terletak di Jalan Pura Luhur Batukaru, Wongaya Gede, Kec. Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, tempat ini menawarkan pengalaman kuliner unik di tengah kebun pisang.
Dari Denpasar, Anda hanya butuh waktu sekitar 1 jam 30 menit untuk sampai ke sini.
Meskipun perjalanan cukup jauh, karena jarak tempuh sekitar 42 km, rasa lelah Anda akan terbayar dengan makanan lezat dan pemandangan persawahan yang indah.
Tempat ini unik karena berada di tengah perkebunan pisang, menjadikannya sejuk dan asri.
Sangat cocok bagi Anda yang sehari-hari berada di tengah keramaian kota.
Menu utama di sini adalah urutan asap, dilengkapi dengan ayam asap, sayur daun singkong, kerupuk babi, dan nasi putih dalam satu bakul, yang disajikan seperti di rumah sendiri.
Selama di sana, Anda akan ditemani oleh anjing lucu yang ramah dengan pengunjung, serta beberapa hewan seperti ayam yang menambah kesan rumahan.
Meski sederhana, kebersihan tempat ini tetap terjaga dan pelayanan yang ramah membuat Anda ingin kembali lagi.
Untuk menikmati makanan di sini, Anda perlu melakukan reservasi terlebih dahulu dengan minimal dua orang.
Standar Lokal tutup pada hari Senin, jadi pastikan Anda memilih waktu yang tepat untuk berkunjung dan melakukan reservasi terlebih dahulu.
Dikutip dari akun Instagramnya, banyak komentar positif dari pengunjung.
Salah satunya dari akun @Wayan Agus Widiana yang mengatakan, “Sangat wajib dikunjungi, suasana tenang dan sejuk, makanan enak, owner ramah, akses jalan masih gampang untuk roda 2 dan 4, very very recommended… kebetulan saya datang pas lagi hujan jadi tambah nikmat.”
Sementara aku @Sri Indrawati menimpali, “First time ke sini untuk mencoba urutan asap mereka yang sangat enak, jauh dari kota tapi tempatnya homey dan cozy. Korban TikTok dan akhirnya kepo ke sini, worth to try and visit! Will come back soon!”
Dari komentar di akun Standar Lokal, tempat ini memang sangat worth it dan wajib dicoba, terutama bagi pencinta makanan tradisional.
Dengan harga yang masih terjangkau, tempat ini menjadi buruan anak-anak muda.
Ni Putu Sumariani*
- Mahasiswa PKL STAHN Mpu Kuturan Singaraja.