BALIEXPRESS.ID- Menjelang akhir Juni 2024, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis bahwa kawasan perairan di selatan Pulau Bali, termasuk di Kabupaten Tabanan berpotensi mengalami gelombang tinggi hingga 3,5 meter.
Oleh karena itu, DTW Tanah Lot sebagai salah satu destinasi wisata di Tabanan yang berlokasi di pinggir pantai terus berupaya mengintensifkan pengamanan, khususnya yang berkaitan dengan aktivitas wisata di pinggir pantai untuk antisipasi dampak gelombang tinggi.
Kepala Divisi Life Guard DTW Tanah Lot I Wayan Suwendra menyebutkan, untuk antisipasi ini, setiap harinya ada sembilan orang life guard yang bertugas di pinggir Pantai Tanah Lot. Life guard ini terbagi dalam dua sif, pagi dan siang hari.
"Tugas utama life guard yang bertugas di DTW Tanah Lot, adalah memastikan keamanan dan keselamatan pengunjung. Kedua, menyiapkan peralatan keselamatan seperti life jacket, rubber boat," jelas pada Rabu, 26 Juni 2024.
Sedangkan untuk titik rawan yang harus diwaspadai, khususnya saat kondisi cuaca tidak bersahabat seperti saat ini, menurut Suwendra sudah dipetakan sebelumnya.
Ada beberapa titik penting pertama di Batu Bolong, pelaba Pura Tanah Lot.
Untuk kawasan rawan ini, selain memasang tanda peringatan, biasanya ada juga petugas yang berpatroli.
"Selain itu, pada saat gelombang besar, kami juga berkeliling kawasan bibir pantai untuk memastikan wisatawan tidak melanggar ketentuan sehingga tidak membahayakan keselamatan," ungkapnya.
Sementara itu, terkait kunjungan pada Juni 2024, Manajer DTW Tanah Lot I Wayan Sudiana menyebutkan jumlah wisatawan mencapai 6 ribu orang per hari.
Wisatawan domestik masih mendominasi, khususnya rombongan termasuk juga rombongan penziarah yang datang ke Bali.
"Sedangkan untuk wisatawan asing, pada Juni ini sudah mengalami peningkatan, karena pada Juni merupakan periode liburan. Untuk jumlah wisatawan asing yang datang ke Tanah Lot masih di dominasi oleh wisatawan Eropa dan Australia serta India," tambahnya. (*)
Editor : I Made Mertawan