Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tak Kalah dari Hutan Pinus Kintamani, De Djawatan Forest Banyuwangi Jadi Surga Alam ala The Lord of The Rings

Dian Suryantini • Jumat, 12 Juli 2024 | 02:04 WIB
De Djawatan Forest adalah destinasi wisata alam yang memikat hati banyak pengunjung
De Djawatan Forest adalah destinasi wisata alam yang memikat hati banyak pengunjung

BALIEXPRESS.ID - Terletak di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, De Djawatan Forest adalah destinasi wisata alam yang memikat hati banyak pengunjung dengan keindahan alamnya yang menyerupai Fangorn Forest dalam film The Lord of The Rings.

Hutan ini dipenuhi oleh pepohonan Trembesi yang berusia ratusan tahun, menciptakan suasana hijau yang memukau dan udara segar yang menyegarkan.

Sebelum menjadi tempat wisata, De Djawatan merupakan tempat penimbunan kayu jati yang sempat mengalami penjarahan besar-besaran pada tahun 1970-an.

Perusahaan Hutan Negara Indonesia (Perhutani) kemudian mengambil alih kawasan ini dan mengubahnya menjadi hutan wisata yang dikenal sebagai De Djawatan.

Aktivitas Wisata

Di De Djawatan Forest, pengunjung bisa melakukan berbagai aktivitas seperti berfoto-foto dengan latar pemandangan yang indah, naik ATV untuk menjelajahi area hutan, atau menaiki delman tradisional untuk menikmati suasana hutan dengan cara yang lebih santai.

Bagi yang menyukai petualangan, kawasan sarang lebah dan sarang kelelawar bisa menjadi pilihan menarik. Sinar matahari yang menyelinap di antara pepohonan juga menciptakan pemandangan spektakuler yang sangat cocok untuk diabadikan pada sore hari.

Akses Menuju De Djawatan Forest

Untuk mencapai De Djawatan Forest, pengunjung dapat menggunakan kendaraan bermotor dari pusat kota Banyuwangi, yang memerlukan waktu sekitar 30 menit perjalanan.

Dari Surabaya, pengunjung bisa naik kereta api dari Stasiun Gubeng menuju Stasiun Banyuwangi Baru.

Setelah tiba di Stasiun Banyuwangi Baru, perjalanan dilanjutkan dengan angkutan umum ke Terminal Karangente, kemudian naik bus menuju Jember atau Surabaya dan turun di pertigaan lampu merah Benculuk.

Baca Juga: Dukung Maju Dua Periode, Puluhan Simpatisan Datangi Rumah Bupati Jembrana I Nengah Tamba di Desa Kaliakah

Dari sini, pengunjung hanya perlu berjalan sejauh 1 km untuk mencapai De Djawatan Forest.

Fasilitas di De Djawatan Forest

Fasilitas yang tersedia di De Djawatan Forest meliputi:

• Area Parkir: Luas dan nyaman untuk pengunjung yang membawa kendaraan pribadi.

• Toilet: Fasilitas toilet yang bersih dan nyaman.

• Area Bermain: Tersedia area bermain untuk anak-anak dengan berbagai permainan seperti perosotan dan ayunan.

• ATV dan Delman: Penyewaan ATV dan delman untuk menjelajahi hutan.

• Homestay: Penginapan di sekitar hutan untuk pengunjung yang ingin menginap.

• Area Makan: Beberapa tempat makan yang menyediakan berbagai macam makanan dan minuman.

• Pemandu Wisata: Jasa pemandu wisata yang siap membantu pengunjung mengenal lebih jauh tentang De Djawatan Forest.

• Souvenir Shop: Toko oleh-oleh yang menjual produk lokal Banyuwangi dan suvenir khas.

Tiket Masuk dan Jam Operasional

Harga tiket masuk ke De Djawatan Forest adalah Rp 10.000 per orang. Selain itu, biaya parkir untuk motor adalah Rp 3.000, untuk mobil Rp 5.000, dan untuk bus Rp 10.000. Tempat ini buka 24 jam setiap hari, dengan kafe dan restoran buka mulai pukul 07.00-18.00 WIB.

Sejarah De Djawatan Forest

Kawasan ini sudah ada sejak tahun 1950-an dan awalnya digunakan sebagai tempat penimbunan kayu jati.

Pada tahun 1970, terjadi penjarahan besar-besaran, namun Perhutani kemudian mengambil alih dan menjadikannya hutan wisata.

Nama “de Djawatan” sendiri berasal dari nama sebuah sungai yang mengalir di kawasan tersebut.

Pepohonan Trembesi berusia ratusan tahun menjadi daya tarik utama di hutan ini, menciptakan kesan magis dan tenang yang sangat cocok untuk wisata alam.

Mitos dan Legenda

De Djawatan Forest juga terkenal dengan berbagai mitos dan legenda yang melekat padanya.

Salah satu legenda yang populer adalah cerita tentang pohon Trembesi yang dianggap sebagai tempat tinggal para roh halus.

Pengunjung disarankan untuk menghormati keberadaan para roh halus agar tidak mengalami gangguan.

Ada juga mitos tentang makhluk halus di sarang lebah dan kelelawar yang bisa mengganggu pengunjung yang tidak menghormati mereka.

Tips Berkunjung

1. Pakaian Nyaman: Kenakan pakaian yang nyaman dan sesuai dengan cuaca, serta sepatu yang cocok untuk berjalan di hutan.

2. Kamera: Jangan lupa membawa kamera atau smartphone untuk mengabadikan momen indah.

3. Aktivitas Pilihan: Pilih aktivitas yang sesuai dengan keinginan dan keterampilan Anda.

4. Jaga Kebersihan: Hindari membawa makanan atau minuman berlebihan untuk menjaga kebersihan hutan.

5. Ikuti Peraturan: Patuhi semua peraturan yang berlaku untuk menjaga kelestarian alam dan keselamatan diri sendiri.

Penginapan dan Kuliner

Di sekitar De Djawatan Forest terdapat beberapa penginapan yang nyaman, seperti Jiwa Jawa Resort Ijen dan Ijen View Bondowoso. Untuk pilihan kuliner, pengunjung bisa mencoba Depot Sop Kikil Pulo dan Resto Wahyu Dua yang menyajikan hidangan lezat.

Wisata Sekitar

Selain De Djawatan Forest, Banyuwangi juga menawarkan berbagai destinasi wisata menarik lainnya seperti Air Terjun Tancak, Pantai Pulau Merah, dan Kawah Ijen. Pengunjung juga dapat menikmati keindahan Teluk Hijau dan Taman Nasional Baluran yang tidak kalah memukau.

Secara keseluruhan, De Djawatan Forest adalah destinasi wisata alam yang wajib dikunjungi bagi pecinta alam dan penggemar fotografi. Dengan keindahan alamnya yang mempesona dan beragam aktivitas menarik, De Djawatan Forest menawarkan pengalaman wisata yang tidak terlupakan di Banyuwangi.***

Editor : Y. Raharyo
#bali #Kintamani #banyuwangi #de djawatan forest