Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jadi Primadona Wisatawan, Begini Sejarah Panjang Pariwisata di Desa Munduk, Ada Pesanggaran dan Suasana Jalan Jaman Dulu

I Putu Mardika • Jumat, 9 Agustus 2024 | 04:05 WIB

Suasana jalan di Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali pada Tahun 1983 silam
Suasana jalan di Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali pada Tahun 1983 silam
BALIEXPRESS.ID-Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali menjadi salah satu destinasi wisata yang mengandalkan panorama alam.

Munduk merupakan desa wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Destinasi wisata di Munduk bahkan memiliki sejarah panjang.

Secara geografis, Desa Munduk berada di kawasan berbukit yang sangat subur. Tanaman cengkih, kopi menjadi komoditas yang paling banyak ditemukan.

Karena berada di ketinggian, membuat Desa Munduk memiliki iklim yang sejuk dan bersih. Selain itu, pemandangan alam yang indah dengan landscape perbukitan dan hamparan Pantai Bali Utara begitu mempesona.

Dengan keindahan alam pegunungannya yang memukau, Munduk telah lama menjadi destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Sejarah pariwisata di desa Munduk ini memiliki akar yang cukup panjang dan menarik untuk diketahui.

Salah satu bukti awal minat wisatawan terhadap Munduk adalah keberadaan Pesanggrahan Munduk yang dibangun pada tahun 1920.

Hal ini menunjukkan bahwa bahkan pada masa penjajahan, keindahan alam Munduk sudah mulai menarik perhatian orang asing.

Keberadaan Pesanggrahan Munduk yang dibangun pada tahun 1920 silam
Keberadaan Pesanggrahan Munduk yang dibangun pada tahun 1920 silam

Selain pesanggrahan, Belanda juga mengembangkan pertanian kopi di Munduk. Keharuman dan cita rasa kopi Munduk yang khas menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Setelah Indonesia merdeka, pemerintah mulai mengembangkan infrastruktur di Munduk seperti jalan, penginapan, dan fasilitas umum lainnya. Hal ini semakin memudahkan akses bagi wisatawan.

Pemerintah daerah juga melakukan promosi wisata untuk menarik lebih banyak pengunjung ke Munduk.

Pertanian kopi terus berkembang dan menjadi salah satu ikon pariwisata Munduk. Wisatawan dapat mengunjungi perkebunan kopi, belajar tentang proses pembuatan kopi, dan menikmati secangkir kopi segar di tengah keindahan alam.

Munduk semakin dikenal sebagai desa wisata yang menawarkan berbagai aktivitas menarik seperti trekking, bersepeda, menikmati air terjun, dan mengunjungi perkebunan.

Bahkan, Air terjun ini menjadi salah satu ikon Desa Munduk. Air terjunnya yang mengalir deras dengan warna air yang sedikit kecoklatan akibat mineral di bebatuannya, menciptakan pemandangan yang sangat indah.

Yang tidak kalah pentingnya adalah destinasi Danau Tamblingan. Danau vulkanik yang tenang ini menawarkan pemandangan yang memukau dengan latar belakang Gunung Batukaru. Anda bisa menyewa perahu untuk mengelilingi danau atau menikmati keindahannya dari tepi danau.

Munculnya homestay memberikan pengalaman yang lebih autentik bagi wisatawan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat.

Menginap di homestay di Munduk akan memberikan pengalaman yang berbeda. Anda bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat dan merasakan kehidupan sehari-hari di desa.

Infrastruktur terus ditingkatkan untuk mendukung perkembangan pariwisata, seperti pembangunan jalan yang lebih baik dan fasilitas pendukung lainnya.

Sejarah pariwisata Desa Munduk menunjukkan perjalanan panjang sebuah desa yang berhasil mengembangkan potensi alam dan budayanya menjadi destinasi wisata yang menarik.

Keberhasilan ini tidak lepas dari peran pemerintah, masyarakat setempat, dan berbagai pihak terkait.

Namun, tantangan tetap ada dan perlu diatasi agar pariwisata di Munduk dapat berkembang secara berkelanjutan. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#panorama #Banjar #sejarah #wisata #buleleng #desa munduk