BALIEXPRESS.ID - Ubud, Bali, tidak hanya terkenal dengan budayanya yang kaya, tetapi juga dengan berbagai destinasi wisata yang menawan.
Jika kamu berencana atau sedang berada di Ubud, berikut adalah tiga destinasi wisata yang bisa dijangkau dengan jalan kaki.
Lokasinya tidak jauh dari Pusat Ubud.
Ketiga destinasi wisata ini menyingkap Bali dari berbagai masa. Dari masa seribuan tahun lalu hingga kekinian.
1. Goa Gajah
Goa Gajah adalah situs cagar budaya yang terletak di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar.
Lokasinya hanya 15 menit dari Ubud. Dulu wilayah ini adalah bagian dari Kerajaan Ubud.
Kompleks Goa Gajah dibagi menjadi dua, yaitu sisi utara yang menunjukkan tanda-tanda aliran Siwa dan sisi selatan yang memiliki corak Buddhis.
Situs ini mencerminkan harmoni antara agama Hindu dan Buddha di masa lampau.
Raja-raja Bali dari Dinasti Warmadewa melahirkan banyak raja-raja beraliran Buddha Mahayana.
Baca Juga: Sebelum Identik dengan Salak, Begini Sejarah Desa Sibetan, Jadi Kenangan Sang Anak untuk Sosok Ibu
Kemudian penerusnya ada yang menganut ajaran Hinduisme. Berbagai aliran dalam Hinduisme juga berkembang pada masa Bali Kuno ini.
Goa Gajah merupakan meninggalan sejarah lebih dari seribu tahun lalu sebelum Bali ditaklukkan Majapahit.
2. Puri Saren Agung (Puri Ubud)
Puri Saren Agung, atau lebih dikenal sebagai Puri Ubud, adalah istana kerajaan yang megah dengan arsitektur khas Bali.
Istana ini menyimpan banyak cerita sejarah dari masa Bali setelah ditaklukkan Majapahit.
Secara turun temurun, Bali dipimpin oleh para Arya dan keturunannya. Dari era Kerajaan Gelgel sebagai model kerajaan kesatuan, hingga era Mengwi, Badung, Gianyar, Ubud, Karangasem, Buleleng, Jembrana, dan lainnya.
Pengunjung dapat masuk secara gratis dan menikmati keindahan arsitektur puri.
Setiap malam pukul 19.30, di sini diadakan pertunjukan tari tradisional Bali dengan tiket masuk Rp100.000 per orang.
Mengunjungi Puri Ubud seperti kembali ke era Bali sekitar 200-an tahun lampau.
3. Alas Harum Bali
Alas Harum adalah objek wisata agrowisata yang berlokasi di Jalan Lunga, Tegallalang, Gianyar, hanya 15 menit dari pusat Ubud.
Di sini, pengunjung dapat belajar proses pembuatan kopi luwak, mencicipinya, serta menikmati pemandangan sawah terasering.
Baca Juga: Warga Ungkap Eks Bupati Jembrana IB Ardana dan istrinya yang Tewas di Denpasar Jarang Bergaul
Tiket masuk ke Alas Harum adalah Rp50.000 per orang.
Ini adalah era Bali kekinian. Kopi menjadi salah satu pertanda era kolonialisme Belanda, yang masih lestari dan jadi komoditas andalan Bali dan Indonesia pada umumnya meski kolonialisme sudah lenyap puluhan tahun silam. ***
Editor : Y. Raharyo