Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pemkab Tabanan dan Pengelola DTW Jatiluwih Sepakat Tata Ulang Infrastruktur untuk Atasi Kemacetan

IGA Kusuma Yoni • Kamis, 10 Oktober 2024 | 13:54 WIB
Wisatawan berkunjung ke DTW Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Bali pada Jumat, 17 Mei 2024.
Wisatawan berkunjung ke DTW Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Bali pada Jumat, 17 Mei 2024.

BALIEXPRESS.ID– Pemkab Tabanan sepakat dengan Badan Pengelola Destinasi Tujuan Wisata (DTW) Jatiluwih untuk melakukan penataan ulang infrastruktur jalan dan peningkatan fasilitas parkir di kawasan itu.

Hal ini dilakukan karena pembangunan luar dan kemacetan sampai saat ini masih menjadi permasalahan serius bagi DTW Jatiluwih.

Apalagi menjelang masa libur panjang yang secara langsung membuat jumlah pengunjung ke DTW Jatiluwih meningkat.

"Jumlah pengunjung yang meningkat dari tahun ke tahun, terutama pada musim liburan, dan puncaknya nampak saat Hari Raya Galungan dan Kuningan lalu, sering kali menyebabkan kemacetan yang mengganggu kenyamanan wisatawan," ungkap Sekda Tabanan I Gede Susila, Rabu (9/10/2024)

Selain itu, Susila menyatakan sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat adat, dan pengelola wisata untuk menjaga kelestarian Jatiluwih sangatlah penting. 

Ini sebagai upaya untuk menjaga keberlanjutan Jatiluwih, baik dari segi lingkungan maupun tata ruang.

Pembangunan yang tidak sesuai aturan harus segera ditindaklanjuti dan masalah kemacetan perlu diselesaikan agar wisatawan tetap nyaman.

Termasuk juga aspek keberlanjutan lingkungan dan kearifan lokal, serta regulasi yang jelas dan tindakan tegas terhadap pelanggaran pembangunan.

"Untuk menyelesaikan permasalahan ini dibutuhkan kepedulian dari kita semua," katanya.

"Kita tidak boleh abai terhadap aturan, karena dampaknya tidak hanya pada hari ini, tapi juga untuk generasi mendatang,” tambahnya.

Susila juga menekankan pengelolaan kawasan wisata Jatiluwih harus memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan dan kearifan lokal.

Menurutnya, regulasi yang jelas dan tindakan tegas terhadap pelanggaran pembangunan adalah kunci untuk menjaga citra Jatiluwih sebagai destinasi wisata yang unik dan lestari. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #kemacetan #Jatiluwih #tabanan