Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Menikmati Laklak Beras Merah, Penganan Khas Jatiluwih yang Diburu Wisatawan 

IGA Kusuma Yoni • Kamis, 7 November 2024 | 02:26 WIB

Laklak Beras Merah penganan khas Jatiluwih dengan citarasa yang unik.
Laklak Beras Merah penganan khas Jatiluwih dengan citarasa yang unik.

BALIEXPRESS.ID- Daerah Tujuan Wisata (DTW) Jatiluwih tidak saja menarik untuk dikunjungi karena menyajikan pemandangan persawahan dengan sistem terasering yang cantik.

Baca Juga: Lansia di Kecamatan Kediri Restui Mulyadi-Ardika sebagai Bupati-Wakil Bupati Tabanan

Namun DTW Jatiluwih bisa menjadi salah satu spot kuliner yang wajib dikunjungi bagi masyarakat yang ingin menikmati kuliner dengan bahan pangan lokal Jatiluwih, seperti olahan beras merah.

Sebagai lumbung pangan di Kabupaten Tabanan, hasil pertanian di areal persawahan Jatiluwih sangat berlimpah, khususnya beras. 

Beras yang dihasilkan oleh petani di Jatiluwih ini, tidak saja beras putih. Tapi ada beberapa jenis beras yang dihasilkan, yakni beras merah (Oryza glaberrima) dan beras hitam (Oryza sativa L. indica).

Baca Juga: Sanjaya-Dirga Panen Dukungan di Lima Desa Di Kecamatan Pupuan

"Khusus untuk beras merahnya, jenis beras merah Jatiluwih merupakan yang terbaik di Bali, yakni varian cendana, yang memiliki aroma yang khas meskipun dimasak dengan menggunakan rice cooker," jelas I Wayan Wiranata, salah seorang pemilik rumah makan di kawasan DTW Jatiluwih.

Karena merupakan varian terbaik, maka disebutkan Wiranata, beras merah Jatiluwih menjadi salah satu produk pangan unggulan bagi pelaku usaha kuliner di Jatiluwih.

Tidak saja disajikan dalam bentuk makanan pokok seperti nasi campur, bubur atau nasi goreng, namun beras merah juga dijadikan bahan baku camilan.

Salah satunya adalah Laklak Beras Merah dan teh jahe beras merah.

Khusus untuk laklak beras merah, dilanjutkan mantan pekerja kapal pesiar ini, adalah salah satu penganan favorit yang paling banyak dicari oleh wisatawan yang datang ke Jatiluwih.

Dari sisi bentuknya, Laklak beras merah khas Jatiluwih memang sedikit berbeda jika dibandingkan dengan laklak yang ada di pasaran.

Laklak pada umumnya memiliki lubang-lubang udara seperti sarang semut dan dibuat dengan menggunakan cetakan dan biasanya berwarna hijau.

Berbeda dengan laklak beras merah khas Jatiluwih ini, bentuknya mirip dengan pancake.

“Karena dibuat tanpa cetakan seperti laklak pada umumnya, namun hanya dipanggang pada plat baja dengan bentuk pipih seperti pancake," terangnya.

Baca Juga: Rencana 3E Mulia-PAS, Strategi Atasi Kemacetan Bali dengan Inovasi dan Ketegasan

Laklak Dibuat Dengan Campuran Tepung Beras Merah dan Minyak Kelapa

Laklak Beras merah ini dijual dengan harga Rp 10 ribu per porsinya. untuk proses pembuatan Laklak ini sedikit berbeda dengan adonan laklak pada umumnya.

Laklak Beras Merah ini, terbuat dari campuran tepung beras merah, air, sedikit garam dan minyak kelapa yang diuleni hingga membentuk adonan sedikit encer.

Selanjutnya adonan dipanggang diatas plat baja menggunakan tungku kayu dengan api yang besar.

"Untuk kayu bakarnya, kmi pilih menggunakan kayu kopi karena panasnya merata, sehingga adonan bisa matang dalam waktu dua menit," tambahnya. 

Setelah matang, laklak langsung disajikan dengan parutan kelapa dan gula merah cair sehingga memberikan citarasa unik, yakni perpaduan antara rasa manis dan gurih.

 

 

Editor : IGA Kusuma Yoni
#penganan #laklak #Jatiluwih #beras merah #citarasa unik