Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Penglipuran Diberi Target Rp29,1 Miliar Tahun 2025, Pengelola Minta Pemkab Bangli Perbaiki Fasilitas

I Made Mertawan • Selasa, 3 Desember 2024 | 13:51 WIB
Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali tampak sepi, Sabtu, 30 Maret 2024.
Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali tampak sepi, Sabtu, 30 Maret 2024.

BALIEXPRESS.ID- Pemkab Bangli telah menetapkan target retribusi Desa Wisata Penglipuran sebesar Rp29,1 miliar untuk tahun 2025.

Menanggapi hal ini, Manajer Desa Wisata Penglipuran I Wayan Sumiarsa menegaskan pentingnya dukungan nyata dari pemerintah, tak sekadar memasang target yang setiap tahun terus meningkat.

Sumiarsa mengingatkan pemerintah daerah bahwa perlunya mengimbangi target retribusi dengan investasi yang memadai, misalnya promosi wisata Penglipuran.

Upaya promosi harus dilakukan lebih intensif terhadap keberadaan desa wisata yang berada di Kelurahan Kubu, Kabupaten Bangli, Bali itu.

Dengan promosi yang gencar, diharapkan pendapatan retribusi dapat meningkat sesuai target. “Itu pertama,” kata Sumiarsa.

Kedua, lanjut Sumiarsa, pemerintah daerah perlu berinvestasi untuk meningkatkan fasilitas pendukung, salah satunya toilet yang masih belum memenuhi standar.

Ia menekankan bahwa toilet sering menjadi keluhan wisatawan. Baginya, keberadaan toilet merupakan kesan pertama dari sebuah destinasi wisata.

Oleh karena itu, fasilitas toilet harus sesuai dengan standar, sebanding dengan apa yang wisatawan bayarkan.

“Perbaikan ini tanggung jawab pemerintah daerah, kami tugasnya menjaga, kami menjaga kebersihannya,” kata Sumiarsa.

Selain toilet, pemerintah daerah juga perlu memperhatikan akses sebagai fasilitas pendukung.

Beberapa akses menuju Desa Wisata Penglipuran dinilai kurang memadai, terutama mengingat meningkatnya minat wisatawan untuk berkunjung.

Salah satu yang dapat dipertimbangkan adalah pelebaran jalan di sisi selatan.

“Kami diberikan target, tapi realita di lapangan ada fasilitas yang rusak yang membuat ketidaknyamanan pengunjung disampaikan kepada wisatawan yang lain, itu kan bisa menghambat pencapain target. Itu perlu dikomunikasikan,” terangnya.

Terlepas dari perlunya peningkatan perhatian dari pemerintah daerah, Sumiarsa menegaskan, pengelola Desa Wisata Penglipuran sejauh ini terus gencar melakukan promosi.

Mereka juga terus berinovasi untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, yang diharapkan berdampak positif pada pendapatan. “Kami sedang mengarah ke quality tourism,” jelas Sumiarsa.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli I Wayan Sugiarta sebelumnya menyampaikan bahwa Desa Wisata Penglipuran ditargetkan menyumbang pendapatan retribusi sebesar Rp29,1 miliar pada tahun 2025 atau naik dari tahun ini.

Target ini merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan empat daya tarik wisata lainnya di Bangli, seperti Daya Tarik Wisata Batur yang ditargetkan Rp28,6 miliar.

Sementara itu, Terunyan ditargetkan Rp81,4 juta, Pura Kehen Rp954,7 juta, dan Pura Pucak Penulisan dengan target paling rendah sebesar Rp39,8 juta. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#Target Retribusi #bali #bangli #Penglipuran