Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ketua ASITA Bali Apresiasi Penurunan Harga Tiket Pesawat, Dorong Kebijakan Berlanjut Secara Bertahap

Rika Riyanti • Kamis, 5 Desember 2024 | 23:24 WIB

 

NORMAL: Trafik penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali
NORMAL: Trafik penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali

 

 

BALIEXPRESS.ID – Ketua DPD ASITA Bali, I Putu Winastra, menyambut baik kebijakan pemerintah menurunkan harga tiket pesawat domestik sebesar 10 persen atau Rp 157 ribu selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

Namun, ia berharap penurunan harga tiket tidak hanya berlaku saat akhir tahun.

“Justru harapan kita kedepan penurunan harga tiket ini mungkin dilakukan tidak hanya pada event akhir tahun, karena harga tiket satu kunci sebuah main component dari paket perjalanan. Kalau misal harganya terlalu mahal orang juga malas datang,” ujarnya, Kamis (5/12).

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Turun 10 Persen Selama Nataru, Bali Prediksi Kunjungan Wisatawan Naik 20 Persen

Putu Winastra menambahkan, biasanya para wisatawan ini kebanyakan tidak datang seorang diri saja.

Namun juga bersama keluarga seperti dengan pasangan atau dengan anak-anak mereka.

Tentunya jika harga tiket pesawat mahal ini akan mempengaruhi budget dari wisatawan untuk berlibur. 

Baca Juga: Pemicu Bentrok Kelompok Sumba di Jimbaran, Pelaku Mabuk dan Tak Terima Ditegur Parkir Sembarangan

Putu Winastra menjelaskan bahwa penurunan harga tiket Rp 157 ribu tidak berlaku untuk semua maskapai dan tergantung pada rute serta persentase potongan.

Ia menilai penurunan ini belum cukup signifikan untuk menarik wisatawan, terutama jika dibandingkan dengan pilihan perjalanan darat seperti menggunakan mobil di Pulau Jawa yang lebih hemat biaya.

“Inilah yang harus dijadikan referensi pada pemerintah agar Bandara ini benar-benar bisa siap,” jelasnya.

Penurunan harga tiket ini hendaknya harus dilakukan penyesuaian juga karena persaingan wisata tidak hanya berbicara di domestik saja.

Putu Winastra menilai penurunan harga tiket domestik belum kompetitif dibandingkan perjalanan ke luar negeri, seperti ke Malaysia yang lebih murah daripada ke Sumatra.

Baca Juga: Waspada, BBMKG Prediksi Gelombang Ekstrim di Selatan Bali

“Jadi penurunan ini belum tentu memberikan dampak yang bagus ketika harganya Rp 1 juta cuma dapat Rp150 ribu kan tidak bagus juga. Jadi ini tergantung daripada komponen lain yang ikut serta didalam tiket tersebut. Penurunan tiket ini tidak hanya sementara tetapi secara gradual bertahap sehingga target pemerintah di Tahun 2025 bisa tercapai,” tuturnya.(ika)

Editor : Rika Riyanti
#nataru #bali #harga tiket #malaysia