Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Desa Wisata Penglipuran Bangli Catatkan Kunjungan 900 Ribu Wisatawan, Ini Strategi Suksesnya

I Made Mertawan • Sabtu, 7 Desember 2024 | 21:31 WIB
Wisatawan berkunjung ke Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali saat libur Lebaran 2023.
Wisatawan berkunjung ke Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali saat libur Lebaran 2023.

BALIEXPRESS.ID- Kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kabupaten Bangli, Bali menunjukkan tren positif tahun ini.

Jumlah turis yang berlibur ke Penglipuran tersebut terus meningkat. Pendapatan dari sisi retribusi pun diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan tahun 2023.

Manajer Desa Wisata Penglipuran I Wayan Sumiarsa mengungkapkan bahwa wisatawan yang datang ke Penglipuran selama Januari-November 2024 mencapai 900 ribu orang.

Sebagian besar masih didominasi oleh wisatawan nusantara hampir 800 ribu, sementara sisanya adalah wisatawan mancanegara. Dari jumlah itu, pendapatannya mencapai Rp25 miliar.

"Dibandingkan tahun sebelumnya, memang ada peningkatan jumlah kunjungan," ujar Sumiarsa tanpa merinci perbandingan data dengan tahun lalu.

Jumlah turis yang datang ke desa wisata itu terus meningkat berkat gencarnya upaya promosi yang dilakukan oleh pengelola.

Mereka menggunakan berbagai media untuk mempromosikan produk wisata terbaru.

Selain itu, brand Penglipuran sebagai salah satu desa wisata terbaik di dunia memberikan pengaruh besar dalam menarik wisatawan.

"Ada juga pihak-pihak lain yang secara tidak langsung membantu mempromosikan desa wisata kami," ujar Sumiarsa belum lama ini.

Desa Wisata Penglipuran, lanjut Sumiarsa, terus berinovasi untuk menarik minat wisatawan.

Pihak pengelola berupaya agar mereka yang berkunjung tidak hanya terfokus pada area pemukiman penduduk.

Hutan bambu yang luas di Penglipuran pun disulap menjadi destinasi menarik.

Pada pertengahan Desember, desa wisata ini akan meluncurkan spot baru di hutan bambu.

Area tersebut kini dilengkapi dengan jalan kayu hampir 100 meter.

Jalan kayu ini memberikan sensasi berbeda serta akses yang lebih mudah bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan alamnya.

Ke depan, Penglipuran dipastikan akan terus berinovasi agar bisa bersaing dengan desa wisata lainnya. Misalnya soal pementasan seni, tradisi dan budaya.  

“Kami sedang komunikasi dengan pihak luar desa untuk mengangkat tari, tradisi, budaya di Bangli yang dipentaskan di Penglipuran,” tegasnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #bangli #Penglipuran #desa wisata