SINGARAJA, BALI EXPRESS – Kabupaten Buleleng, sebagai pusat pariwisata Bali Utara, terus menunjukkan performa yang menjanjikan di sektor pariwisata. Tingkat hunian hotel menjelang musim liburan Natal dan Tahun Baru 2025 menjadi indikator positif bagi perkembangan destinasi wisata ini. Data menunjukkan bahwa tingkat hunian hotel di berbagai kawasan Buleleng cukup menggembirakan.
Ketua PHRI Kabupaten Buleleng, Dewa Ketut Suardipa mengatakan, kawasan barat dan tengah, hotel besar mencatat tingkat hunian rata-rata 70 persen, sementara hotel kecil mencapai 40 persen-50 persen. Kawasan timur dan selatan, tingkat hunian rata-rata mencapai 60 persen, dengan wisatawan domestik dan Asia mendominasi, sementara wisatawan Eropa lebih banyak terlihat di kawasan Timur.
“Dengan total 185 hotel yang tergabung dalam PHRI Kabupaten Buleleng, Bali Utara menawarkan beragam pilihan akomodasi, mulai dari hotel kecil hingga hotel besar yang mampu bersaing dengan standar internasional,” Kamis (18/12) siang.
Perkembangan pariwisata di Buleleng juga menunjukkan tren positif, terutama sejak akses dari Banyuwangi semakin mudah dengan adanya kereta api dari Surabaya dan Malang ke Banyuwangi. Hal ini juga didukung oleh program pemerintah "3B" (Banyuwangi, Bali Barat, Buleleng), yang berdampak signifikan pada kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, termasuk dari China, Taiwan, dan Vietnam.
Direction of Sales, Lovina Heaven Boutique Resort, Bagus Wijaya mengatakan, sebagian besar wisatawan mengunjungi Buleleng setelah perjalanan ke Bromo dan Kawah Ijen. Daya tarik utama di Buleleng meliputi wisata petik anggur, Banjar Hot Spring, dan Wihara Brahmavihara-Arama, yang disebut sebagai Mini Borobudur.
Selama musim liburan akhir tahun, okupansi hotel di mencapai Lovina Heaven Boutique Resort 70 persen, yang dianggap cukup baik untuk pendatang baru di sektor ini. Selain menjual layanan hotel, pihak pengelola juga mempromosikan daya tarik wisata Buleleng melalui berbagai kegiatan promosi, baik domestik maupun internasional.
“Kolaborasi dengan travel agent domestik dan online travel agent turut berkontribusi dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Adanya inisiatif ini diharapkan mendorong pertumbuhan lebih lanjut, sehingga Buleleng bisa semakin berkembang sebagai destinasi wisata unggulan,” ungkapnya. ***
Editor : Dian Suryantini