Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Desa Wisata Penglipuran Bali Suguhkan Tradisi Ngelawang di Hutan Bambu, Pengalaman Berbeda saat Libur Tahun Baru

I Made Mertawan • Selasa, 31 Desember 2024 | 16:13 WIB
Tradisi Ngelawang di hutan bambu, Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali.
Tradisi Ngelawang di hutan bambu, Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali.

BALIEXPRESS.ID- Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang berkunjung saat libur tahun baru.

Dalam rangka merayakan tahun baru, Desa Wisata Penglipuran mementaskan tradisi Ngelawang di area hutam bambu. Tradisi ini dibawakan oleh anak-anak desa setempat.

Seperti diketahui, hutan bambu ini merupakan daya tarik wisata baru di Penglipuran.

General Manager Desa Wisata Penglipuran I Wayan Sumiarsa mengatakan bahwa Ngelawang adalah ritual tolak bala yang dilakukan dengan mengarak Barong Macan keliling desa, diiringi alunan gamelan.

Tradisi ini biasanya digelar saat Hari Raya Galungan dan Kuningan sebagai upaya mengusir roh jahat dan melindungi masyarakat dari wabah penyakit.

“Kali ini, Ngelawang dipentaskan dalam suasana hutan bambu Penglipuran, memberikan nuansa magis dan autentik bagi para pengunjung,” kata Sumiarsa.

Sumiarsa mengatakan, Ngelawang juga dipentaskan saat Hari Natal beberapa hari lalu.

Menurut Sumiarsa, inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk menghibur wisatawan, tetapi juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas mereka ke arah yang positif.

"Kami berharap melalui pementasan Ngelawang ini, anak-anak muda dapat lebih mencintai dan melestarikan budaya leluhur, serta wisatawan mendapatkan pengalaman yang berbeda selama liburan akhir tahun," harapnya.

Selain menyaksikan pementasan, wisatawan diajak ikut serta dalam berbagai aktivitas budaya, seperti belajar menari dan memainkan alat musik tradisional Bali.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Desa Wisata Penglipuran untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kunjungan wisatawan, yang diharapkan dapat berdampak positif pada pendapatan desa.

Sesuai rencana, lanjut Sumiarsa, Ngelawang akan dipentaskan setiap Minggu pada tahun 2025. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #bangli #Penglipuran #ngelawang