BALIEXPRESS.ID – Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun, mengungkapkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali hingga 29 Desember 2024 telah mencapai 6,3 juta orang.
Jumlah ini melampaui target tahun 2024 yang ditetapkan sebanyak 6 juta wisman, sekaligus melampaui angka sebelum pandemi COVID-19.
Yang mana, untuk tahun 2023, Provinsi Bali menargetkan kunjungan wisman sebanyak 4-4,5 juta orang.
Sementara di tahun 2019, dari data Dinas Pariwisata Bali, tahun 2019 kunjungan wisman ke Bali mencapai 6.275.210 kunjungan
“Sampai tanggal 29 Desember, kunjungan wisman ke Bali sudah mencapai 6,3 juta orang dari target tahun 2024 sebanyak 6 juta, dan sudah melampaui target tahun lalu 2023, dan sudah melewati sebelum COVID-19,” ujar Tjok Bagus Pemayun, Kamis (2/1).
Berdasarkan data, wisatawan terbanyak berasal dari Australia, diikuti India, China, Inggris, Asia Tenggara, dan Eropa.
Baca Juga: Kemenangan Paket GP Jadi Kado Terindah Ulang Tahun I Gusti Ayu Mas Sumatri ke-57
“Wilayah tertinggi masih Australia, nomor dua India, nomor tiga China, nomor empat UK, nomor lima Asia Tenggara, nomor enam lanjut Eropa,” katanya.
Tjok Bagus Pemayun menyebutkan, destinasi yang paling banyak dikunjungi selama 2024 masih terkonsentrasi di wilayah Bali Selatan.
“Masih terkonsentrasi di Bali Selatan, Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan itu masih terkonsentrasi. Yang dicari lebih ke budaya, Bali masih tertinggi ke budayanya untuk dilihat,” tambahnya.
Dispar Bali saat ini tengah menghitung target kunjungan wisman untuk tahun 2025.
Diperkirakan target akan berada di kisaran 6-6,5 juta orang.
“Kita masih hitung semua secara umum, mungkin range-nya antara 6-6,5 juta wisman,” ungkapnya.
Baca Juga: JANGAN DITIRU! Diduga Mabuk, Pria di Bali Nyalakan Petasan di Dalam Mulut
Kemudian, hingga November 2024, selain wisatawan mancanegara, jumlah wisatawan domestik (wisdom) yang berkunjung ke Bali juga menunjukkan angka yang signifikan.
Hingga November 2024, tercatat sebanyak 9,41 juta wisdom telah mengunjungi Pulau Dewata.
“Sampai dengan November sudah mencapai 9,41 juta. Desember belum hitung niki karena saya ambil beberapa titik ya,” ujarnya.
Baca Juga: Operasional Trans Metro Dewata Berhenti Sementara, Pasek Suardika Beri Catatan Evaluasi
Sementara itu, untuk total pungutan wisatawan asing (PWA) yang berhasil dihimpun Provinsi Bali selama diberlakukan dari Februari 2024 diakui Tjok Bagus Pemayun belum terhitung secara keseluruhan.
“Itu (PWA) belum. Itu masih akan kami hitung,” tutupnya.(***)
Editor : Rika Riyanti