BALIEXPRESS.ID- Wakil Ketua DPRD Bangli I Komang Carles memberikan tanggapan terkait fasilitas toilet di Anjungan Penelokan, Kecamatan Kintamani, Bangli, yang sempat viral di media sosial (medsos) karena kotor.
Carles meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) selaku pengelola objek wisata itu supaya tidak hanya fokus pada pungutan retribusi.
Menurut Carles, semua fasilitas di Penelokan harus mendapatkan perhatian serius.
Ia mengingatkan agar perbaikan tidak dilakukan hanya karena ada keluhan atau viral di medsos. Fasilitas yang ada di objek wisata harus dirawat secara rutin.
“Fasilitas sudah ada, saran saya, jangan hanya melakukan pungutan retribusi tanpa menjaga kebersihan lingkungan,” tegas Carles pada Minggu (5/1/2025).
Politikus Partai Demokrat ini berpendapat bahwa Disparbud seharusnya tidak kesulitan menjaga kebersihan di area Penelokan.
Hal ini karena jumlah petugas yang tersedia cukup memadai. Menurutnya, petugas hanya perlu dibagi tugas dan tanggung jawab. “Jangan terfokus di tiket saja,” sentilnya.
Selain memastikan pembagian tugas, Disparbud juga harus aktif turun ke lapangan.
Monitoring dan evaluasi perlu dilakukan secara rutin. Dengan begitu, persoalan kerusakan fasilitas tidak berlarut-larut hingga akhirnya ramai dan menjadi konsumsi publik.
“Jangan menunggu viral,” pesan politikus asal Desa Batur, Kintamani ini.
Terkait keluhan air PDAM yang sering macet di Anjungan Penelokan, Carles menegaskan bahwa masalah ini bukan hal yang baru.
Persoalan ini terjadi di Kintamani secara umum, bukan hanya di Penelokan.
Menurutnya, Disparbud seharusnya sudah mampu mengatasinya, misalnya dengan menyediakan bak penampungan yang lebih besar. “Kendala sudah tahu, tinggal cari solusi,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, kekumuhan toilet di Anjungan Penelokan tersebut ramai dibahas di medsos setelah foto-fotonya diunggah oleh akun Gede Bali Transport di Facebook ‘Pengaduan 24 Jam Bangli Era Baru’ yang dikelola Pemkab Bangli.
Pengguna medsos tersebut memberikan keterangan bahwa toilet yang kumuh ditemukan saat tamunya ingin menggunakan fasilitas tersebut.
Terlihat sampah berserakan. Toilet khusus pria kotor seperti tidak dibersihkan dalam waktu lama. Kondisi serupa juga terlihat di wastafel.
Kepala Disparbud Kabupaten Bangli I Wayan Sugiarta tidak menampik kondisi tersebut.
Setelah menerima keluhan, ia mengerahkan petugas kebersihan untuk membersihkan toilet tersebut pada Jumat (3/1/2025).
Sugiarta mengatakan bahwa petugas kebersihan sebenarnya rutin membersihkan toilet di Anjungan Penelokan setiap pagi.
Namun, setelah malam pergantian tahun, toilet tersebut memang tidak terawat karena air PDAM tidak mengalir selama beberapa hari. Air di penampungan juga habis.
Kondisi tersebut diperparah oleh pengunjung yang memaksa menggunakan toilet saat malam pergantian tahun meskipun tidak ada air.
Beberapa di antaranya buang air kecil bahkan buang air besar (BAB) di toilet.
“Kalau kami memberikan fasilitas, pengunjung bantu menjaga. Ketika tidak ada air jangan dipaksakan,” pesannya.
Untuk mengantisipasi masalah serupa di masa depan, pihaknya berencana menyiagakan petugas kebersihan dengan sistem sif di Anjungan Penelokan.
Selama ini, petugas kebersihan juga bertugas menjaga kebersihan berbagai fasilitas wisata lainnya di Kintamani, yang dikelola oleh Pemkab Bangli. (*)
Editor : I Made Mertawan