Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sambut Libur Idulfitri, Desa Wisata Penglipuran Tawarkan Wisata Budaya dan Alam

I Made Mertawan • Rabu, 26 Maret 2025 | 15:25 WIB
Wisatawan berkunjung ke Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali saat libur Lebaran 2023.
Wisatawan berkunjung ke Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali saat libur Lebaran 2023.

BALIEXPRESS.ID – Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali bersiap menyambut libur Idulfitri 2025 dengan berbagai atraksi budaya dan paket wisata.

Penglipuran menawarkan pengalaman unik yang memadukan tradisi Bali dengan keindahan alamnya. Salah satunya pertunjukan Barong Macan.

Kepala Pengelola Desa Penglipuran I Wayan Sumiarsa menyampaikan bahwa sejumlah program telah disusun untuk memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan. Satu di antaranya adalah pertunjukan Barong Macan.

Barong Macan merupakan kesenian khas Bali yang menggambarkan keseimbangan antara kebaikan (Dharma) dan kejahatan (Adharma).

Selain itu juga, pertunjukan Barong Macan mengajarkan pentingnya menjaga harmoni dengan alam.

"Kami ingin memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan yang datang ke Penglipuran, khususnya dalam suasana perayaan Idulfitri," kata Sumiarsa pada Selasa (25/3/2025).

Menurutnya, pertunjukan Barong Macan akan digelar di kawasan hutan bambu Penglipuran pada 30 Maret hingga 6 April 2025.

Barong Macan yang dibawakan oleh generasi muda Penglipuran itu start pukul 11.00 Wita.

Selain hiburan budaya, desa wisata ini juga menawarkan paket menginap dengan konsep khas pedesaan.

Wisatawan dapat menikmati suasana malam yang tenang di desa adat, lengkap dengan jamuan makan malam tradisional di sepanjang jalan utama desa yang dikenal dengan salah satu desa terbersih di dunia. 

Pengalaman berbusana adat juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan nuansa khas Bali.

Pihak desa menyediakan penyewaan pakaian adat yang tidak hanya mendukung kelestarian budaya, tetapi juga berkontribusi pada ekonomi lokal.

"Kami ingin menghadirkan sesuatu yang istimewa bagi wisatawan, di mana mereka tidak hanya sekadar menginap, tetapi juga merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat Penglipuran yang masih memegang teguh nilai-nilai budaya dan tradisi leluhur," tambahnya.

Bagi pecinta alam, hutan bambu yang luas menjadi tempat yang bagus untuk bersantai.

Dengan udara segar dan pemandangan hijau yang memanjakan mata, tempat ini menjadi salah satu ikon desa yang mencerminkan filosofi keseimbangan antara manusia dan alam.

"Kami berharap wisatawan yang datang bisa lebih memahami filosofi hidup masyarakat Bali yang selalu mengutamakan keseimbangan dengan alam. Ini bukan sekadar tempat wisata, tetapi juga tempat untuk belajar dan merasakan keindahan alam yang sesungguhnya," pungkas Sumiarsa. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #idulfitri #bangli #Penglipuran