Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Libur Lebaran, Pemasukan DTW Kintamani dan Penglipuran Tembus Rp1,9 Miliar

I Made Mertawan • Kamis, 10 April 2025 | 16:05 WIB
Wisatawan antre di pos pungut retribusi depan Museum Geopark, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali saat libur lebaran, Kamis (3/4/2025).
Wisatawan antre di pos pungut retribusi depan Museum Geopark, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali saat libur lebaran, Kamis (3/4/2025).

BALIEXPRESS.ID- Libur Lebaran tahun ini menjadi berkah bagi sektor pariwisata di Kabupaten Bangli, khususnya di daya tarik wisata (DTW) Kintamani dan Desa Wisata Penglipuran.

Kunjungan wisatawan ke dua objek wisata andalan Bangli ini melonjak.

Lonjakannya berdampak langsung pada meningkatnya pendapatan daerah dari sektor retribusi pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli I Wayan Sugiarta mengungkapkan bahwa selama masa libur Idulfitri, dari 27 Maret hingga 7 April 2025 (tidak termasuk Hari Raya Nyepi), pendapatan dari DTW Kintamani mencapai Rp727.270.000.

Sementara itu, Desa Wisata Penglipuran membukukan pemasukan lebih tinggi, yakni sebesar Rp1.245.001.000.

Menurut Sugiarta, pada hari biasa, pemasukan dari Kintamani rata-rata sekitar Rp50 juta per hari.

Saat Lebaran, angka ini naik menjadi Rp72 juta per hari. Penglipuran pun mengalami lonjakan signifikan, dari rata-rata Rp70 jutaan per hari menjadi sekitar Rp120 jutaan.

Meski begitu, Sugiarta menilai potensi pendapatan di dua destinasi ini masih bisa ditingkatkan.

Di Kintamani, pemungutan retribusi belum maksimal karena pos pungut berada di jalan raya yang juga digunakan masyarakat umum.

Kondisi ini rawan memicu kemacetan arus lalu lintas. “Pemungutan di jalur umum jadi rawan macet,” jelas Sugiarta saat ditemui Rabu (9/4/2025).

 

Selain itu, kebocoran retribusi masih menjadi tantangan. Banyak wisatawan yang sengaja menghindari pos pungut dengan memilih jalur alternatif yang seharusnya tidak dilalui.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Disparbud telah menempatkan sejumlah petugas di beberapa titik saat liburan Lebaran.

Wisatawan yang kedapatan melintas di jalur ‘tikus’ diminta untuk putar balik dan melewati pos resmi.

Sementara itu, di Desa Wisata Penglipuran, sistem buka-tutup kerap diberlakukan saat libur panjang guna menghindari risiko over tourism. Hal ini juga menjadi perhatian serius Disparbud Bangli. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #Kintamani #libur lebaran #Penglipuran