Lebih dari 2 Juta Wisman Padati Bali dalam Empat Bulan Pertama 2025: Prancis Bikin Kejutan, Siapa Negara Terbanyak?
I Putu Suyatra• Rabu, 4 Juni 2025 | 02:10 WIB
OBJEK WISATA LEMPUYANG: Objek wisata Pura Lempuyang di Desa Adat Purwayu, Kecamatan Abang sudah dibuka untuk wisatawan.
BALIEXPRESS.ID – Kabar gembira datang dari sektor pariwisata Bali! Pulau Dewata menunjukkan geliat yang sangat positif di awal tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mengungkapkan data mengejutkan: sebanyak lebih dari 2 juta wisatawan mancanegara (wisman) telah membanjiri Bali sepanjang Januari hingga April 2025.
Angka fantastis ini, tepatnya 2.042.666 kunjungan, mencatatkan peningkatan signifikan sebesar 10,55 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2024.
"Kalau pariwisata kondisi kunjungan wisman itu kami lihat angkanya sangat baik meningkat, kemudian tidak hanya meningkat bulan ini tapi secara kumulatifnya meningkat," ujar Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan, di Denpasar, Selasa (3/6).
Disusul oleh India dengan 49.658 kunjungan, Tiongkok 45.068 kunjungan, Inggris 32.301 kunjungan, dan Prancis 26.747 kunjungan.
Menariknya, Prancis menunjukkan kenaikan paling fenomenal hingga 98,08 persen!
"Jadi, peningkatannya rata-rata lebih tinggi dan yang paling tinggi adalah Perancis yang naik 98,08 persen," tambah Agus Gede.
Menurut BPS, tren positif ini diprediksi akan terus berlanjut.
"Jadi kalau kita lihat tren memang mulai April ini biasanya jika dilihat dari tahun-tahun sebelumnya, grafik kunjungan wisman akan terus meningkat sampai dengan high season dan peak season nanti," ujarnya pula.
Hotel Turut Kecipratan Berkah, TPK Melonjak!
Peningkatan kunjungan wisman ini juga berdampak positif pada tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Bali.
Pada April 2025, TPK hotel bintang mencapai 57,23 persen, naik 10,62 persen dari Maret 2025.
Begitu pula dengan hotel nonbintang, TPK-nya berada di angka 41,86 persen, meningkat 6,15 persen poin dari bulan sebelumnya.
"Dibanding bulan sebelumnya angka TPK sekarang sudah lebih baik, mudah-mudahan ke depannya bulan-bulan selanjutnya biasanya Juni, Juli, Agustus, September tingkat kunjungan tinggi," kata Agus Gede optimis.
Dengan angka-angka yang sangat menjanjikan ini, apakah pariwisata Bali akan kembali mencapai puncak kejayaannya?
Bagaimana persiapan Bali menghadapi gelombang kunjungan wisatawan di musim ramai mendatang? Kita patut menantikan rekor-rekor baru yang mungkin akan tercipta di Pulau Dewata. ***