BALIEXPRESS.ID – Minat wisatawan berkunjung ke daya tarik wisata (DTW) Pura Penulisan, Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, tergolong rendah dibandingkan empat DTW lain yang dikelola Pemkab Bangli.
Oleh karena itu, menurut anggota DPRD Bangli I Made Sudiasa, diperlukan adanya inovasi dari pemerintah daerah untuk meningkatkan kunjungan.
Sudiasa menegaskan, inovasi yang dimaksud bukan sekadar mengeksplorasi bagian dalam kawasan Pura Penulisan, tetapi lebih pada menyasar pengembangan wilayah di sekitarnya.
Baca Juga: Pria Jember Ditangkap di Bangli Usai Ambil Tempelan Sabu untuk Dipakai di Proyek Denpasar
Pengembangan ini dinilai akan memberikan nilai tambah dan berdampak positif terhadap peningkatan jumlah wisatawan.
“Jangan terfokus pada pura itu sendiri,” terang Sudiasa saat dikonfirmasi Minggu (6/7/2025).
Sekretaris Komisi III DPRD Bangli tersebut menyebutkan bahwa salah satu pertimbangan mendorong pengembangan kawasan adalah letak pura yang berada di ketinggian 1.745 mdpl.
Dari lokasi itu, panorama di bawahnya terlihat sangat indah dan memukau.
Belum lagi ditunjang pemandangan Gunung Batur, sehingga potensi ini semestinya dapat dimanfaatkan secara optimal.
Terkait kawasan tersebut yang merupakan lahan hutan, mantan pelaku pariwisata ini menegaskan hal itu bukan menjadi persoalan utama yang menghambat pengembangan.
Baca Juga: Pemkab Badung Dukung Pembongkaran di Pantai Bingin, Kini Rancang Anggaran Melalui Satpol PP
Menurutnya, yang terpenting adalah Pemkab Bangli mampu menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak berwenang terkait pemanfaatan kawasan hutan.
“Mungkin Pemkab Bangli bisa berkolaborasi dalam rangka pemanfaatan hutan sebagai objek wisata,” jelas politikus Partai Demokrat asal Desa Undisan, Kecamatan Tembuku, ini.
Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Kabupaten Bangli, jumlah kunjungan wisatawan ke Pura Penulisan pada periode Januari–Mei 2025 tercatat sebanyak 173 orang, yang terdiri dari 160 wisatawan asing dan sisanya wisatawan domestik.
Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan empat DTW lain yang dikelola Pemkab Bangli, seperti Penglipuran, kawasan Kintamani, Terunyan, dan Pura Kehen.
Minimnya kunjungan ke Pura Penulisan berdampak pada pendapatan dari sisi retribusi.
Pada periode Januari–Juni 2025, pemasukan dari DTW Pura Penulisan mencapai Rp10.505.000, atau sekitar 26,37 persen dari target yang ditetapkan tahun ini sebesar Rp39.830.000. (*)
Editor : I Made Mertawan