Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ni Nyoman Ariani, Executive Chef Swiss-Belhotel Rainforest Kuta: Angkat Kuliner Lokal dengan Sentuhan Global

IGA Kusuma Yoni • Jumat, 19 September 2025 | 16:23 WIB

Ni Nyoman Ariani, Executive Chef Swiss-Belhotel Rainforest Kuta
Ni Nyoman Ariani, Executive Chef Swiss-Belhotel Rainforest Kuta

BALIEXPRESS.ID– Masakan khas Bali dan kuliner Nusantara bukan sekadar sajian di meja makan, tetapi juga identitas budaya yang melekat pada sebuah tempat, termasuk hotel dan restoran. Di Oak Restaurant, Swiss-Belhotel Rainforest Kuta, menu Nusantara dan kuliner khas Bali telah menjadi ciri utama yang membedakan hotel yang berlokasi di Jalan Sunset Road ini.

 Baca Juga: KPK Desak Prabowo Terbitkan Larangan Rangkap Jabatan Usai Putusan MK

Ni Nyoman Ariani, Executive Chef Swiss-Belhotel Rainforest Kuta, menyebutkan jika hidangan lokal bukan hanya pelengkap di akomodasi wisata, namun bisa menjadi representasi budaya yang ditawarkan kepada wisatawan.

“Menu Nusantara dan khas Bali kami hadirkan bukan sekadar hidangan, tetapi juga sarana memperkenalkan kekayaan budaya kepada tamu, baik domestik maupun mancanegara,” jelasnya ketika ditemui beberapa waktu lalu.

 Baca Juga: Sindir Jokowi? Kelakar Dito Ariotedjo ke Roy Suryo; Ijazah Erick Thohir Aman Pak

Karena itu, disebutkan Executive Chef yang sudah berpengalaman di industri Kuliner dan pariwisata sejak tahun 1996 ini, dalam pengolahan makanannya, pihaknya selalu menekankan pentingnya menjaga cita rasa otentik tanpa mengurangi kenyamanan lidah wisatawan asing.

Misalnya, ayam betutu, salah satu kuliner khas Bali yang terkenal pedas, diolah dengan penyesuaian tingkat kepedasan agar tetap bisa dinikmati wisatawan luar negeri, tanpa menghilangkan karakter utama rasa.

Prinsip fleksibilitas ini menurut Ariani sangat penting di industri perhotelan. Ia menekankan bahwa konsistensi menjaga menu lokal harus berjalan beriringan dengan kebutuhan pasar.

 Baca Juga: Buronan Polda Bali Ditangkap Usai Nekat Buat Laporan Kehilangan Palsu di Mapolres Karangasem

“Kami tetap mengutamakan keaslian resep, namun tetap terbuka dengan inovasi agar sajian bisa diterima lebih luas,” tambahnya.

Selain ayam betutu, Oak Restaurant juga menghadirkan ragam kuliner Nusantara lainnya seperti sop buntut, iga bakar, dan tentunya menu andalan masyarakat Indonesia, nasi goreng rempah yang dikreasikan secara modern.

“Menu internasional tetap kami tersedia, namun sentuhan lokal menjadi daya tarik utama yang membedakan restoran ini dengan competitor. Hal ini karena kami ingin tetap fleksibel dalam melayani kebutuhan pasar,” ungkapnya.

 Baca Juga: Guru SMP Negeri 5 Abiansemal Perkuat Public Speaking Menuju Sekolah Dwi Bahasa

Upaya mempertahankan identitas kuliner ini juga sejalan dengan tren pariwisata berkelanjutan di Bali, dimana wisatawan semakin mencari pengalaman autentik yang terhubung dengan budaya lokal.

“Bali terkenal dengan budayanya, dan makanan adalah bagian penting dari budaya itu sendiri. Jadi, memperkenalkan kuliner lokal berarti turut menjaga warisan budaya,” ungkap Ariani. (gek)

Editor : Wiwin Meliana
#Restaurant #Kuliner Khas Bali #menu nusantara #kuta