BALIEXPRESS.ID — Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Dinas Pariwisata Kabupaten Bangli mulai melakukan persiapan untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan wisatawan ke Daya Tarik Wisata (DTW) Kintamani.
Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, kunjungan diprediksi meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli I Wayan Dirga Yusa, Kamis (4/12/2025).
Dirga Yusa mengatakan rata-rata kunjungan harian ke Kintamani mencapai sekitar 3.000 orang.
Saat momen libur Nataru, angka tersebut diperkirakan bisa menembus dua kali lipat.
Oleh karena itu perlu langkah antisipasi untuk mengatasi potensi kemacetan.
Salah satu fokusnya adalah penambahan pos tiket retribusi. Saat ini terdapat empat pos tiket resmi yang seluruhnya berada di jalur umum.
Ketika terjadi lonjakan wisatawan, antrean tak terhindarkan dan berpotensi memicu kepadatan lalu lintas.
Untuk mengurai potensi kemacetan, dinas akan membuka sekitar lima pos tiket tambahan.
Pos-pos ini akan ditempatkan di jalur alternatif yang selama ini ditutup untuk wisatawan.
“Kami akan memanfaatkan petugas yang ada dan mPOS (mobile Point of Sale) cadangan yang ada di tiap pos. Pos yang sekarang beroperasi masing-masing punya dua mPOS cadangan, itu nanti dipakai,” jelas Dirga Yusa.
Pos tiket darurat tersebut rencananya mulai beroperasi pekan depan, terutama pada titik dan jam rawan terjadi penumpukan kendaraan.
Saat volume kendaraan meningkat, wisatawan akan dialihkan ke pos-pos darurat itu.
Selain manajemen pintu masuk, Dinas Pariwisata juga mulai memetakan titik-titik keramaian, misalnya area coffee shop di Penelokan yang menjadi salah satu magnet bagi wisatawan.
Di titik-titik ini sering terjadi kepadatan karena sebagian besar berada di jalur utama Kintamani, sementara kapasitas parkir terbatas.
Untuk meminimalkan kemacetan parah yang mengganggu masyarakat, pihaknya memperkuat koordinasi dengan Satpol PP, Dinas Perhubungan, Kepolisian, dan pengelola.
Rencananya juga akan ada surat edaran bupati kepada seluruh pengelola coffee shop untuk melakukan koordinasi jika memanfaatkan parkir pinggir jalan.
"Kalau ada parkir di pinggir jalan, perlu diantisipasi pada jam-jam tertentu," terang Dirga Yusa. (*)
Editor : I Made Mertawan