BALIEXPRESS.ID- Harga tiket masuk Daya Tarik Wisata (DTW) Alas Kedaton, di Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali, resmi naik lebih dari 100 persen.
Pengelola DTW Alas Kedaton, I Gusti Ngurah Arta Wijaya, menjelaskan bahwa kenaikan harga tiket ini sudah dirancang sejak pertengahan tahun 2025.
Harga tiket baru direncanakan mulai berlaku secara efektif mulai 1 Januari 2026.
“Untuk rencana kenaikan harga tiket ini, kami di pihak manajemen merancang kenaikan untuk wisatawan mancanegara (Wisman). Sementara tiket wisatawan domestik akan tetap seperti harga saat ini,” jelasnya Senin (15/12/2025).
Kenaikan harga tiket ini, dikatakan Ngurah Arta memang layak dilakukan, mengingat harga tiket di DTW Alas Kedaton masih tetap sama sejak tahun 2012.
Selain itu, kenaikan ini juga sudah melalui pertimbangan dan penyesuaian dengan tarif di objek wisata lain yang ada di Bali.
“Kami rasa harga tiket di DTW Alas Kedaton wajar naik, karena jika dibandingkan dengan objek wisata lain, harga tiket masuk Alas Kedaton masih lebih rendah. Contohnya di Sangeh, harga tiket sudah Rp 75 ribu untuk wisatawan asing, sementara kami masih harga lama, 30 ribu,” ungkap pria yang juga Bendesa Adat Kukuh, ini.
Selain untuk meringankan biaya operasional di manajemen, khususnya untuk biaya pakan monyet yang per bulannya mencapai Rp 30 juta-40 juta,
Kenaikan harga tiket ini, disebutkannya juga akan digunakan untuk menambah beberapa fasilitas wisata di DTW Alas Kedaton.
Ada beberapa fasilitas tambahan yang rencananya akan disiapkan pihak manajemen setelah kenaikan harga tiket ini, mulai dari spot selfie, Coffee shop, hingga pembangunan patung monyet ukuran besar di gerbang utama masuk Alas Kedaton.
“Diharapkan dengan fasilitas tambahan nanti, wisatawan ke Alas Kedaton semakin ramai dan menjadikannya sebagai pilihan utama berkunjung ke Tabanan. saat ini kunjungan ke DTW Alas Kedaton berkisar 50 orang sampai 100 orang untuk wisatawan asing,” ungkapnya.
Adapun harga tiket per tanggal 1 Januari 2026,
wisatawan mancanegara
- Dewasa: dari harga Rp30.000 menjadi Rp70.000 per orang
- Anak-anak: semula Rp20.000 menjadi Rp60.000 per orang
Wisatawan domestik
- Dewasa: masih sama Rp30.000 per orang. (*)
Editor : I Made Mertawan