Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Penglipuran Diprediksi Padat saat Libur Nataru, Kintamani Disiapkan Jadi Penyangga Wisata

I Made Mertawan • Sabtu, 20 Desember 2025 | 15:30 WIB
Kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Penglipuran, Bangli, Kamis (31/7/2025).
Kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Penglipuran, Bangli, Kamis (31/7/2025).

BALIEXPRESS.ID- Lonjakan arus wisatawan yang diperkirakan terjadi saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendorong pengelola Desa Wisata Penglipuran, Bangli, menyiapkan skema pengendalian kunjungan.

Fokus utama bukan semata pada jumlah wisatawan, tetapi pada kenyamanan pengunjung sekaligus perlindungan lingkungan dan kehidupan sosial warga desa.

Salah satu kebijakan yang akan diterapkan adalah sistem buka-tutup kawasan.

General Manajer Desa Wisata Penglipuran, I Wayan Sumiarsa, menjelaskan bahwa hingga pertengahan Desember, jumlah wisatawan masih berada pada kondisi normal, yakni sekitar 2.000 orang per hari. Kunjungan tersebut sebagian besar berasal dari rombongan pelajar. 

Situasi diperkirakan berubah menjelang puncak liburan. Mulai 22 Desember, angka kunjungan diprediksi melonjak hingga 3.000 orang per hari.

Jumlah itu melampaui daya dukung ideal desa yang ditetapkan maksimal 2.000 kunjungan harian.

Mengantisipasi kondisi tersebut, pengelola telah menyiapkan pengamanan dan pengaturan kunjungan secara menyeluruh.

Seluruh unsur desa adat akan dilibatkan secara aktif di lapangan. Pacalang bersama personel dari berbagai organisasi adat disiagakan penuh untuk mengatur arus keluar-masuk wisatawan agar tetap tertib dan terkendali.

Selain penguatan sumber daya manusia, pengelola juga akan menerapkan mekanisme buka-tutup akses kunjungan.

Wisatawan yang datang saat kapasitas desa telah terpenuhi akan diminta menunggu di luar kawasan hingga kondisi memungkinkan.

Dengan pengaturan ini, ritme kunjungan dapat dikendalikan sehingga tidak terjadi kepadatan berlebihan di dalam area desa.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, pihak pengelola telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

Wisatawan yang tertahan akan diarahkan sementara ke destinasi lain di Kabupaten Bangli, seperti kawasan Kintamani . "Nanti setelah dari Kintamani baru datang lagi ke Penglipuran," kata Sumiarsa pada Jumat (19/12/2025).

Sumiarsa menegaskan, pengendalian kunjungan menjadi langkah penting untuk mencegah berbagai dampak negatif, mulai dari peningkatan volume sampah hingga terganggunya kenyamanan masyarakat lokal.

Ia pun menegaskan bahwa Desa Wisata Penglipuran tidak semata-mata mengejar nilai ekonomi, tetapi juga menjaga keharmonisan sebagaimana konsep Tri Hita Karana.

"Keharmonisan antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Tuhan sesuai konsep Tri Hita Karana," terangnya. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#nataru #bangli #Penglipuran #desa wisata