Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Disparbud Bangli Gagal Kejar Target Retribusi DTW 2025, Realisasi Lebih Rendah dari 2024

I Made Mertawan • Rabu, 7 Januari 2026 | 10:05 WIB
LAUTAN AWAN: Suasana sunrise indah dengan lautan awan di Desa Pinggan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali bisa dinikmati henya dengan Rp 10 ribu.
LAUTAN AWAN: Suasana sunrise indah dengan lautan awan di Desa Pinggan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali bisa dinikmati henya dengan Rp 10 ribu.

BALIEXPRESS.ID – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli gagal merealisasikan target retribusi di lima daya tarik wisata (DTW) tahun 2025.

Dari target Rp58 miliar yang dipasang, realisasi hanya mencapai Rp42 miliar atau sekitar 72 persen.

Capaian ini bahkan lebih rendah dibandingkan pendapatan tahun 2024.

Kepala Disparbud Bangli I Wayan Dirga Yusa mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan realisasi retribusi jauh dari target.

Salah satunya, target yang dipasang dinilai terlalu tinggi. Targetnya melesat jauh dibandingkan realisasi tahun sebelumnya Rp46 miliar.

“Kalau realisasi tahun sebelumnya Rp46 miliar, target ideal tahun berikutnya Rp50 miliar,” ujarnya.

Selain itu, penurunan jumlah kunjungan wisatawan juga turut memengaruhi pendapatan.

Disparbud mencatat, jumlah kunjungan wisatawan sepanjang 2025 mencapai sekitar 1,575 juta orang, turun dibandingkan tahun 2024 yang menembus 1,6 juta kunjungan.

Hanya saja, ia mengaku belum dapat memastikan penyebab pasti penurunan tersebut.

“Kunjungan wisatawan masih didominasi wisatawan domestik,” tegasnya saat ditemui, Selasa (6/1/2026).

Diketahui, Pemkab Bangli saat ini mengelola lima DTW, baik yang dikelola langsung maupun melalui kerja sama dengan pihak lain.

Kelima DTW tersebut meliputi Kintamani, Desa Wisata Penglipuran, Pura Kehen, Pura Penulisan, dan Desa Wisata Terunyan.

Dari kelima DTW itu, Desa Wisata Penglipuran menjadi penyumbang pendapatan tertinggi dengan realisasi Rp26 miliar dari target Rp29 miliar.

Disusul DTW Kintamani yang menyetor Rp15 miliar, jauh dari target yang dipatok sebesar Rp28 miliar.

Retribusi Pura Kehen terealisasi Rp800 juta dari target Rp900 juta. Pura Penulisan mencatatkan pendapatan Rp26 juta atau kurang Rp13 juta dari target.

Sementara itu Desa Terunyan berhasil melampaui target, dengan realisasi Rp94 juta dari target Rp81 juta.

“Pura Kehen relatif stabil, dan Terunyan kinerjanya bagus, hanya saja nilainya memang masih kecil,” pungkas mantan Kepala Diskominfosan Bangli tersebut. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#retribusi #Kintamani #bangli #objek wisata