Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Penglipuran Village Festival Kembali Hadir, Perkuat Citra Desa Wisata Dunia

I Made Mertawan • Jumat, 10 Juli 2026 | 07:40 WIB
Parade gebogan mengawali pembukaan Penglipuran Village Festival, Kamis (9/7/2026). (Ist)
Parade gebogan mengawali pembukaan Penglipuran Village Festival, Kamis (9/7/2026). (Ist)

BALIEXPRESS.ID – Desa Adat Penglipuran, Bangli, kembali menunjukkan komitmennya menjaga eksistensi sebagai destinasi wisata kelas dunia melalui Penglipuran Village Festival. Festival yang berlangsung selama tiga hari ini dibuka pada Kamis (9/7/2026).

Klian Adat Penglipuran I Wayan Budiarta mengungapkan bahwa festival ke-13 ini mengusung tema "Harmoni Bhumi Penglipuran: Menuju Pariwisata Inklusif, Berkelanjutan dan Regeneratif" dengan mengangkat isu pelestarian lingkungan sebagai roh utama penyelenggaraan.

Tema tersebut dipilih karena lingkungan menjadi identitas Desa Penglipuran yang selama ini dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia.

Baca Juga: Cegah Pendaki Tersesat, Polres Tabanan Dorong Aturan Baru Pendakian Gunung Batukaru

Pelestarian lingkungan dinilai tidak bisa dipisahkan dari adat, budaya, dan kehidupan masyarakat setempat.

“Kami mencoba mengambil isu lingkungan sebagai tema karena lingkungan merupakan salah satu ikon wisata Penglipuran juga, yang dikenal salah satu wisata terbersih, pelestarian adat dan budaya lingkungn,” kata Budiarta.

Festival ini, lanjutnya, menjadi tanggung jawab moral masyarakat Penglipuran untuk terus menjaga eksistensi desa wisata agar tidak pernah berhenti berinovasi dan berkreativitas.

Baca Juga: Desa Wisata Panji Buleleng Kian Mandiri, Homestay Warga Tumbuhkan Ekonomi Lokal

Melalui festival tersebut, Penglipuran juga ingin menyediakan ruang bagi para seniman, pelestari budaya, serta pelaku UMKM untuk menampilkan karya dan produk unggulan mereka.

Menurutnya, Penglipuran Village Festival bukan sekadar agenda hiburan tahunan. Festival justru menjadi investasi jangka panjang dalam membangun citra dan daya saing destinasi wisata.

Baca Juga: Perumda Sanjayaning Singasana Tabanan Baru Serap Beras, Gabah Petani Masih Belum Bisa Ditampung

Budiarta juga menegaskan bahwa Penglipuran tidak mengejar keuntungan selama festival berlangsung.

“Festival akan memberikan dampak setelah festival karena akan membangun brand bahwa penglipuran tetap eksis, sehingga kunjungan lebih banyak yang datang,” tegasnya.

Selama tiga hari pelaksanaan, pengunjung disuguhkan pentas  budaya, kuliner khas hingga stand produk kerajinan dan UMKM.

Tidak hanya melibatkan warga Penglipuran, festival juga diramaikan pelaku UMKM dari desa-desa penyangga sebagai bentuk kolaborasi dalam mendukung perkembangan desa wisata.

Pembukaannya diawali dengan parade budaya yang melibatkan generasi muda dan para ibu-ibu yang membawa banten gebogan.

Tampak hadir Asisten Deputi Bidang Amenitas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Dwi Marhen Yono, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta serta pihak terkait lainnya. Kegiatannya dipusatkan di Tugu Pahlawan Penglipuran. (*) 

Editor : I Made Mertawan
#bangli #Penglipuran #desa wisata