BALIEXPRESS.ID - Memasuki Juni-Agustus, pariwisata di Bali sedang mengalami high season atau musim ramai kunjungan.
Kondisi tersebut juga terjadi di Kecamatan Nusa Penida, Klungkung. Hanya saja ramainya kunjungan tidak berbanding lurus dengan tingkat hunian hotel dan penginapan.
Hal tersebut diakui Ketua PHRI Klungkung I Putu Darmaya saat dikonfirmasi pada Kamis (16/7/2026).
Baca Juga: Wabup Buleleng Dorong Masyarakat Pilih Widyalaya, Perkuat Pendidikan Berbasis Nilai Hindu
Menurutnya, akupansi hotel atau penginapan di wilayah Nusa Penida berkisara 30 persen.
Itupun kebanyakan yang dipilih adalah hotel besar. "Kalau hotel kecil maupun penginapan itu sepi," ujarnya.
Menurutnya, wisatawan yang datang hanya untuk menikmati alam hanya satu hari. Kemudian mereka akan kembali ke daratan.
Baca Juga: AKPI Dorong Adopsi Hukum Kepailitan Lintas Negara Lewat Konferensi Internasional di Bali
Hal tersebut terjadi menurut Darmaya tidak terlepas dari panjangnya waktu penyebrangan menuju daratan.
Wisatawan masih bisa kembali dari Nusa Penida hingga pukul 17.00 Wita. "Kalau misalnya waktu penyebrangan dipersingkat mungkin wisatawan bisa menginap," tandasnya.
Darmaya mencontohkan kondisi di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat. Penyebrangan terakhir pukul 14.00, sehingga wisatawan bisa lebih lama bertahan di tempat tersebut. (*)
Editor : I Made Mertawan