Lovina Festival 2026 Targetkan 25 Ribu Wisatawan, Angkat Tema Theatre of Dolphins

Dian Suryantini • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 07:59 WIB
Opening Lovina Festival 2026 di Kawasan Pantai Tasikmadu, Lovina. (Ist)

 
Opening Lovina Festival 2026 di Kawasan Pantai Tasikmadu, Lovina. (Ist)  

BALIEXPRESS.ID – Pemkab Buleleng menargetkan Lovina Festival 2026 mampu menarik sedikitnya 25 ribu kunjungan wisatawan selama lima hari pelaksanaan, 24–28 Juli 2026.

Mengusung tema "Theatre of Dolphins", festival tahunan yang dipusatkan di Pantai Binaria dan Pantai Tasikmadu, Lovina, itu tidak hanya diharapkan menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat citra pariwisata Bali Utara.

Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, mengatakan penyelenggaraan Lovina Festival tahun ini membawa pendekatan yang lebih inklusif dengan melibatkan berbagai komunitas di Buleleng.

Baca Juga: Rumah Warga di Pangkung Paruk Buleleng Roboh Diterjang Angin Kencang  

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar festival benar-benar menjadi milik bersama.

Komunitas pelari, fotografer, pelaku tradisi sampi gerumbungan, sanggar seni hingga musisi dari berbagai wilayah di Kabupaten Buleleng diberi ruang untuk berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan.

"Partisipasi ini menunjukkan bahwa festival ini adalah milik bersama," ujarnya.

Baca Juga: Kronolongi Terduga Pencuri Ayam Tewas Diamuk Massa di Tabanan, Polisi Amankan Golok dan Ketapel

Selain memperluas partisipasi masyarakat, Pemkab Buleleng juga mulai menerapkan pendekatan baru dalam mengukur dampak ekonomi festival.

Pengukuran dilakukan melalui pengelompokan wisatawan berdasarkan kategori pelaku UMKM industri dan UMKM lokal yang terlibat selama penyelenggaraan kegiatan.

Baca Juga: Tragis! Diduga Curi Ayam, Pria Tewas Diamuk Massa di Tabanan, Motor Dibakar

Data tersebut nantinya akan digunakan untuk memetakan jumlah kunjungan wisatawan, pola belanja, hingga lama tinggal wisatawan di Buleleng selama festival berlangsung.

Hasilnya diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan pengembangan sektor pariwisata yang lebih tepat sasaran dan berbasis data.

"Kami ingin pembangunan pariwisata tidak hanya berorientasi pada jumlah pengunjung, tetapi juga memiliki data yang dapat digunakan untuk merumuskan kebijakan yang lebih efektif ke depan," kata Sutjidra.

Ia berharap Lovina Festival 2026 mampu menghadirkan pengalaman wisata yang menghibur sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, memperkuat identitas budaya daerah, serta memperluas promosi pariwisata Bali, khususnya kawasan Bali Utara.

Sementara itu, Ketua Panitia Lovina Festival 2026, Putu Ayu Reika Nurhaeni, menjelaskan tema "Theatre of Dolphins" dipilih untuk menggambarkan kawasan Lovina sebagai sebuah panggung alam yang memadukan keindahan laut, keberadaan lumba-lumba sebagai ikon utama, serta kekayaan seni budaya masyarakat setempat.

Menurutnya, tema tersebut mencerminkan harmoni antara alam dan manusia yang menghadirkan pengalaman wisata yang hidup, dinamis, dan berkelanjutan.

Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia menargetkan total kunjungan mencapai 25 ribu wisatawan atau rata-rata sekitar 5.000 pengunjung setiap hari.

Target tersebut dinilai realistis mengingat tren peningkatan kunjungan wisata ke Lovina dalam beberapa tahun terakhir.

Untuk mendukung target tersebut, lebih dari 250 pengisi acara akan tampil selama festival berlangsung.

"Mereka terdiri atas artis nasional serta kolaborasi talenta lokal yang akan menyajikan berbagai pertunjukan seni, budaya, musik, hingga atraksi khas Buleleng," kata dia.

Reika mengatakan keterlibatan seniman lokal menjadi salah satu fokus penyelenggaraan agar manfaat festival tidak hanya dirasakan sektor pariwisata, tetapi juga komunitas kreatif dan pelaku seni di daerah.

Dari sisi pendanaan, Lovina Festival 2026 didukung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Buleleng, sponsorship dari pelaku industri pariwisata, serta dukungan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melalui program Karisma Event Nusantara (KEN).

Sinergi tersebut menunjukkan komitmen bersama pemerintah dan sektor swasta dalam mengembangkan pariwisata daerah secara berkelanjutan.

Optimisme penyelenggara juga didukung hasil pelaksanaan Lovina Festival 2025. Saat itu, festival berhasil menarik lebih dari 20 ribu pengunjung dengan komposisi 47 persen wisatawan mancanegara dan 53 persen wisatawan domestik.

Selama lima hari penyelenggaraan saat itu, total transaksi ekonomi tercatat melampaui Rp600 juta.

Tingkat hunian hotel di kawasan Lovina juga mencapai rata-rata 82 persen, bahkan beberapa hotel mencatat okupansi penuh hingga 100 persen.

Pemerintah Kabupaten Buleleng meyakini capaian tersebut akan meningkat pada tahun ini. Terlebih, penataan kawasan wisata Lovina telah rampung sehingga kawasan pantai kini tampil lebih tertata, asri, aman, dan nyaman bagi wisatawan.

Panitia juga optimistis Lovina Festival kembali menjadi magnet utama kunjungan wisatawan ke Bali Utara karena didukung berbagai destinasi unggulan di sekitarnya, mulai dari wisata pantai, air terjun, danau, pegunungan, wisata religi, budaya, hingga sentra oleh-oleh.

 

Keberhasilan festival ini, lanjut Reika, merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Buleleng, Kementerian Pariwisata RI, pemerintah kabupaten/kota se-Bali, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, InJourney Airports, pelaku industri pariwisata, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Melalui kolaborasi tersebut, Lovina Festival diharapkan tidak hanya menjadi agenda wisata tahunan, tetapi juga mampu memperkuat posisi Buleleng sebagai salah satu destinasi unggulan pariwisata nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
festival lovina buleleng