BALIEXPRESS.ID- Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, akan menutup sementara seluruh aktivitas kunjungan wisata pada Minggu (6/9/2026).
Penutupan dilakukan karena seluruh krama Desa Adat Penglipuran melaksanakan Upacara Melasti sebagai bagian dari rangkaian Karya Mamungkah Agung, Ngenteg Linggih lan Mupuk Pedagingan di Pura Dalem Pelapuan.
Wisatawan, biro perjalanan, pelaku industri pariwisata, serta mitra usaha diimbau menyesuaikan jadwal kunjungan.
Baca Juga: Masa Jabatan Kasek Dibtasai Dua Periode, Bangli Kesulitan Terapkan Aturan Baru
Kelian Desa Adat Penglipuran, I Wayan Budiarta, mengatakan penutupan dilakukan untuk menjaga kesucian, kekhusyukan, keamanan, dan ketertiban selama prosesi keagamaan berlangsung.
Menurutnya, karya tersebut merupakan bagian penting dalam menjaga keseimbangan spiritual sekaligus melestarikan tradisi adat. "Penutupan sementara ini merupakan bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan upacara adat sekaligus upaya menjaga kekhidmatan prosesi keagamaan yang menjadi bagian dari identitas Desa Adat Penglipuran," kata Budiarta, Rabu (5/8/2026).
Ketua Baga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) Penglipuran, I Wayan Sumiarsa, menegaskan bahwa kebijakan tersebut mencerminkan komitmen desa dalam menyeimbangkan pengembangan pariwisata dengan pelestarian adat dan budaya.
Baca Juga: Jembrana Hidupkan Warisan Bung Karno Lewat Lomba Menu B2SA Berbasis Buku Mustika Rasa
Pariwisata di Penglipuran harus tumbuh dengan tetap menghormati adat, budaya, dan kehidupan masyarakat desa.
"Penutupan sementara ini menjadi bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Upacara Melasti sekaligus bagian dari upaya kami mewujudkan pariwisata regeneratif," ujarnya.
Editor : I Made Mertawan