Wisata Helikopter di Bali Makin Diminati, Meningkat 30 Persen dari Tahun 2025

Putu Resa Kertawedangga • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:35 WIB
Wisatawan asing yang mencoba wisata helikopter di Bali, Senin (10/8). (ist)
Wisatawan asing yang mencoba wisata helikopter di Bali, Senin (10/8). (ist)

BALIEXPRESS.ID – Wisata udara menggunakan helikopter menjadi salah satu pengalaman yang semakin diminati wisatawan saat berlibur di Bali.

Hal itu terlihat dari peningkatan jumlah pemesanan layanan Fly Bali yang meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun 2025.

Tren peningkatan wisata helikopter di Bali ini ternyata tidak hanya diisi oleh wisatawan asing, perbandingan dengan domestik pun masih seimbang.

Baca Juga: Bobot 201 Gram dan Seukuran Paspor, Galaxy Z Fold8 Bikin HP Layar Lipat Terasa Lebih Praktis Dibawa

Manager Fly Bali, Nita Tedja, mengatakan ketertarikan terhadap wisata helikopter tidak hanya datang dari wisatawan domestik, tetapi juga pasar mancanegara.

Pengalaman menikmati berbagai lanskap Bali dari ketinggian dinilai memiliki potensi pasar yang cukup besar.

"Potensinya lumayan tinggi. Tamu domestik maupun mancanegara sudah mulai melirik tourism helikopter di Bali. Kami juga mempromosikan paket helikopter tidak hanya di Indonesia, tetapi juga ke mancanegara," ujar Nita, Selasa (11/8).

Baca Juga: Galaxy Z Fold8 Buktikan Layar Besar Kini Tak Lagi Identik dengan Bodi Besar

Pihaknya menyebutkan, peningkatan booking yang terjadi tahun ini mencapai sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada Agustus 2025, Fly Bali mencatat aktivitas penerbangan wisata berkisar 225-250 jam.

Peningkatan jam penerbangan ini pun diharapkan dapat kembali bertambah.

Baca Juga: Astra Daihatsu Ngurah Rai Tuban Gelar Team Building, Perkuat Kekompakan Menuju Target Semester II 2026

"Antusiasnya tetap ada dan selalu meningkat setiap tahunnya. Harapannya tahun ini di bulan Agustus bisa lebih dari 225 sampai 250 jam seperti tahun sebelumnya," ungkapnya.

Melihat antusias wisata ini, Nita menerangkan, didominasi pengguna helikopter ini perbandingannya masih setara. Pasar Rusia masih menjadi penyumbang terbesar pengguna layanan wisata helikopter Fly Bali.

Kontribusinya mencapai hampir 40 persen dari total wisatawan asing. Setelah Rusia, wisatawan China menunjukkan pertumbuhan dan menyumbang sekitar 20 persen.

Selain kedua negara tersebut, wisatawan dari India dan Arab Saudi juga menjadi pasar yang potensial.

Namun, jumlah pelanggan dari masing-masing negara tersebut dapat berubah setiap bulannya.

"Kalau untuk secara keseluruhan, persentase untuk internasional dan domestik itu masih 50 persen 50 persen. 50 persen turis domestik juga masih ada, 50 persennya lagi dari turis mancanegara.," jelasnya.

Untuk pilihan paket, wisatawan yang baru pertama kali mencoba penerbangan helikopter cenderung memilih rute dengan durasi singkat.

Paket beginner selama 12 menit menjadi salah satu layanan yang paling banyak diminati.

Rutenya melihat sejumlah ikon wisata Bali dari udara, mulai dari kawasan Heliport Fly Bali, Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK), Pura Uluwatu, Pantai Nyang Nyang, hingga Pantai Melasti.

Sementara itu, wisatawan yang ingin menikmati panorama Bali dalam cakupan lebih luas dapat memilih penerbangan dengan durasi hingga 66 menit.

Rute tersebut mencakup kawasan Gunung Batur, Jatiluwih, Tanah Lot, hingga Uluwatu sebelum kembali ke lokasi awal penerbangan.

Namun tetap dalam wisata udara dengan helikopter ini, wisatawan perlu merogoh kocek yang cukup dalam.

“Rentang harga saat ini untuk tur starting dari Rp 7,4 juta, sampai dengan sekitar Rp 30 juta untuk yang durasi 66 menit,” paparnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
bali helikopter wisata