28.8 C
Denpasar
Monday, January 30, 2023

Banjir di Songan, Belasan Rumah Tergenang, Jalan Tertutup Lumpur

BANGLI, BALI EXPRESS- Sekitar 15 rumah di Dusun Ulun Danu, Desa Songan A, Kecamatan Kintamani tergenang air disertai lumpur, Senin (1/2) sore. Beberapa penghuni untuk sementara mengungsi di rumah kerabatnya. Hal itu disampaikan Kepala Dusun Ulun Danu, Desa Songan A I Kadek Arda.

Arda mengungkapkan, banjir dipicu hujan deras di kawasan itu dan di hulu sekitar pukul 14.00 Wita. Sekitar 2 jam hujan, langsung banjir lumpur menggenangi belasan rumah. Jalur utama Songan di dusun setempat sempat tidak bisa dilalui kendaraan. “Kalau di jalan, tinggi air sekitar selutut. Kalau di rumah warga sempat sampai dada orang dewasa,” ungkap Arda.

Menyikapi kejadian itu, warga setempat gotong royong membersihkan jalan dari lumpur, agar arus lalu lintas kembali normal. Termasuk membantu warga yang rumahnya tergenang banjir. 

Baca Juga :  Ada Tiga Lokasi Dinilai Bagus untuk Pelabuhan Amed

Arda menegaskan, kawasan tersebut memang menjadi langganan banjir bercampur lumpur. Hampir setiap musim hujan direpotkan dengan bencana serupa. Di sisi lain, Pemkab Bangli belum ada upaya penanganan jangka panjang. Selama ini sebatas datang saat terjadi bencana. Warga dibantu membersihkan lumpur. 

“Paling-paling dibawakan alat pengeruk lumpur saja. Padahal setelah dikeruk, hujan lagi, lagi banjir,” terang Arda. Disebutkannya, banjir kali ini ada pihak di Pemkab Bangli datang ke lokasi. “Warga yang gotong royong,” jelasnya.

 


BANGLI, BALI EXPRESS- Sekitar 15 rumah di Dusun Ulun Danu, Desa Songan A, Kecamatan Kintamani tergenang air disertai lumpur, Senin (1/2) sore. Beberapa penghuni untuk sementara mengungsi di rumah kerabatnya. Hal itu disampaikan Kepala Dusun Ulun Danu, Desa Songan A I Kadek Arda.

Arda mengungkapkan, banjir dipicu hujan deras di kawasan itu dan di hulu sekitar pukul 14.00 Wita. Sekitar 2 jam hujan, langsung banjir lumpur menggenangi belasan rumah. Jalur utama Songan di dusun setempat sempat tidak bisa dilalui kendaraan. “Kalau di jalan, tinggi air sekitar selutut. Kalau di rumah warga sempat sampai dada orang dewasa,” ungkap Arda.

Menyikapi kejadian itu, warga setempat gotong royong membersihkan jalan dari lumpur, agar arus lalu lintas kembali normal. Termasuk membantu warga yang rumahnya tergenang banjir. 

Baca Juga :  Bawa Ekstasi, Mahasiswa asal Malaysia Terancam 15 Tahun

Arda menegaskan, kawasan tersebut memang menjadi langganan banjir bercampur lumpur. Hampir setiap musim hujan direpotkan dengan bencana serupa. Di sisi lain, Pemkab Bangli belum ada upaya penanganan jangka panjang. Selama ini sebatas datang saat terjadi bencana. Warga dibantu membersihkan lumpur. 

“Paling-paling dibawakan alat pengeruk lumpur saja. Padahal setelah dikeruk, hujan lagi, lagi banjir,” terang Arda. Disebutkannya, banjir kali ini ada pihak di Pemkab Bangli datang ke lokasi. “Warga yang gotong royong,” jelasnya.

 


Most Read

Artikel Terbaru